12 Tips Penting yang Harus Diperhatikan Pengguna Baru Mobil Listrik dari Pakar Keselamatan Berkendara
INDOZONE.ID - Mobil listrik memang banyak memberikan kenyamanan dan punya teknologi yang mutakhir, termasuk soal efisiensi bahan bakar. Namun, para penggunanya harus mendapatkan edukasi yang lebih agar menghindari hal yang tidak diinginkan.
Dalam wawancara bersama Indozone, pakar keselamatan berkendara dari Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, memberikan hal-hal yang perlu diperhatikan buat kamu yang ingin memiliki mobil listrik. Hal ini diharapkan menjadi edukasi buat kamu yang berniat untuk membeli mobil listrik.
1. Pahami Karakter Mobil Listrik yang Berbeda dari Mobil Biasa
Meski bentuk dan dimensinya mirip dengan mobil konvensional, karakter berkendara mobil listrik sangat berbeda.
Pengguna harus memahami bahwa respons kendaraan listrik jauh lebih instan karena seluruh sistemnya berbasis elektronik dan motor listrik.
Baca juga: Tidak Cuma Hemat, Pengguna Mobil Listrik Soroti Pentingnya Pahami Sistem Keselamatan EV
2. Perhatikan Indikator “Ready” karena Mobil Listrik Tidak Bersuara
Mobil listrik hampir tidak memiliki suara mesin saat menyala. Karena itu pengemudi wajib memperhatikan indikator “ready” di dashboard agar tidak salah mengira kendaraan masih mati atau sudah aktif.
3. Waspadai Torsi Instan Saat Menginjak Pedal Gas
Mobil listrik memiliki torsi besar yang keluar secara spontan. Sedikit tekanan pada pedal akselerator bisa membuat kendaraan langsung melaju cepat. Pengguna baru disarankan beradaptasi secara perlahan agar tidak kehilangan kontrol.
4. Pahami Sistem Regenerative Braking
Mobil listrik memiliki sistem regenerative braking yang membuat efek engine brake terasa lebih kuat dibanding mobil konvensional. Pengemudi harus membiasakan diri dengan karakter pengereman ini agar tidak kaget saat berkendara.
5. Biasakan Membaca Warning System dan Dashboard
Pengguna EV wajib memahami berbagai indikator dan warning system di dashboard. Jangan mengabaikan tanda peringatan seperti:
- High temperature
- Power limited
- Gangguan baterai
- Error system kendaraan
6. Pahami Kondisi Baterai dan Estimasi Jarak Tempuh
Sebelum bepergian jauh, pengguna harus memperhitungkan:
- Kapasitas baterai
- Estimasi jarak tempuh
- Lokasi charging station terdekat
Hal ini penting untuk mencegah kendaraan kehabisan daya di tengah perjalanan.
7. Gunakan Mode Eco atau Normal untuk Pengguna Baru
Pengguna yang baru pertama memakai mobil listrik disarankan menggunakan mode eco atau normal terlebih dahulu agar lebih mudah beradaptasi dengan karakter kendaraan.
8. Jangan Panik Saat Muncul Mode Proteksi Kendaraan
Mobil listrik memiliki sistem proteksi otomatis yang bisa membuat kendaraan tidak responsif sementara ketika terjadi gangguan tertentu. Jika muncul warning seperti suhu baterai tinggi atau tenaga dibatasi:
- Segera hentikan kendaraan di tempat aman
- Jangan memaksa kendaraan terus berjalan
- Hubungi customer service atau bengkel resmi
9. Jangan Membongkar Sistem Kelistrikan Sendiri
Pengguna tidak boleh sembarangan memegang kabel atau mencoba memperbaiki sistem kelistrikan sendiri ketika terjadi error. Sistem high voltage pada EV memiliki risiko berbahaya jika ditangani tanpa pengetahuan teknis.
10. Pahami Fungsi Baterai 12V pada Mobil Listrik
Banyak orang hanya fokus pada baterai utama, padahal baterai kecil 12V justru menjadi pusat kontrol sistem kendaraan. Jika baterai 12V bermasalah, mobil bisa gagal menyala meskipun baterai utama masih penuh.
Baca juga: Tips Menjaga Kendaraan Tetap Prima Saat Ditinggal Lama, Waspada Gampang Rusak!
11. Pelajari Fitur Dasar dan Emergency Override
Pengguna wajib memahami fitur-fitur penting seperti:
- Auto lock system
- Electronic steering
- Regenerative braking
- Emergency override
- Mode berkendara
Pengetahuan ini penting agar pengguna bisa bertindak cepat saat terjadi kondisi darurat.
12. Siapkan Emergency Response Plan
Pengguna mobil listrik sebaiknya memiliki rencana darurat, seperti:
- Menyimpan nomor dealer atau bengkel resmi
- Mengetahui layanan towing khusus EV
- Memahami prosedur kendaraan mogok atau error system
Jusri Pulubuhu sama-sama menilai edukasi dari produsen kendaraan listrik di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Edukasi mengenai fitur keselamatan dan prosedur darurat seharusnya menjadi bagian penting dari layanan produsen kepada konsumen.
“Kalau edukasi ini tidak dilakukan secara serius, justru bisa menjadi bumerang bagi industri kendaraan listrik sendiri,” ujar Jusri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara