INDOZONE.ID - Musim liburan sekolah identik dengan lonjakan perjalanan keluarga ke destinasi wisata.
Sebelum tancap gas, cek ban road trip adalah langkah pertama yang sering diremehkan padahal paling krusial.
Ban yang tidak prima adalah pemicu utama kecelakaan dan mogok di tengah jalan.
Ban cadangan juga sering yang paling dilupakan. Banyak orang baru ingat keberadaannya saat sudah kempis di pinggir tol.
Sebelum berangkat, pastikan tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan, bukan sekadar dikira-kira. Gunakan alat ukur yang presisi. Untuk pemilik kendaraan listrik (EV), perhatian ekstra diperlukan karena bobot EV lebih berat dari mobil konvensional, sehingga tekanan ban yang tepat langsung berdampak pada performa dan umur pakai ban.
Periksa juga kedalaman alur ban. Batas aman minimum adalah 1,6 mm. Di bawah angka itu, daya cengkeram ban di jalan basah turun drastis.
Cek pula kondisi fisik ban secara visual, apakah ada sobekan, benjolan, atau benda tajam yang menancap?
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, mengingatkan pentingnya persiapan tersebut.
"Mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kendaraan, khususnya ban, serta menerapkan kebiasaan berkendara yang aman. Persiapan yang baik dapat membantu menciptakan perjalanan yang lebih nyaman sekaligus mengurangi risiko di jalan," tuturnya.
Baca juga: Tekanan Angin Ban Mobil Ring 13–18, Berapa yang Tepat?
Baca juga: 3 Cara Merawat Ban Serep Mobil yang Benar supaya Aman Ketika Dalam Kondisi Darurat!
Cara mengemudi juga menentukan keselamatan, bukan hanya kondisi ban semata.
Hindari akselerasi agresif. Selain boros bahan bakar atau baterai, kebiasaan injak gas dalam-dalam memperpendek usia ban lebih cepat dari yang kebanyakan orang sadari.
Bagi pengemudi EV atau hybrid, ada satu hal yang perlu diadaptasi, yakni regenerative braking bekerja berbeda dari rem konvensional, jadi butuh penyesuaian gaya mengerem, terutama di jalanan turun.
Tingkatkan kewaspadaan terhadap pejalan kaki dan pesepeda, khususnya saat melewati kawasan wisata yang padat. Kecepatan rendah bukan berarti lengah.
Kemudian kelelahan adalah faktor kecelakaan yang sering diabaikan karena tidak terlihat.
Ingat tips ini. Istirahat setiap 2 jam atau setiap 200 km perjalanan. Kalau sudah mengantuk, tidur singkat 15 menit. Karena terbukti lebih efektif dari sekadar minum kopi atau buka jendela.
Kalau ban bocor di jalan, jangan panik dan jangan rem mendadak. Kurangi kecepatan secara bertahap, cari bahu jalan atau rest area terdekat, nyalakan lampu hazard, lalu pasang segitiga pengaman di belakang kendaraan.
Simpan nomor derek resmi pengelola tol sebelum berangkat.
Untuk pengguna EV, ada satu aturan yang tidak boleh dilanggar, yaitu gunakan derek gendong (towing), bukan derek konvensional yang menarik ban.
Derek konvensional bisa merusak sistem penggerak dan baterai kendaraan listrik secara permanen.
Persiapan sepuluh menit sebelum berangkat bisa mencegah masalah yang memakan waktu berjam-jam di tengah perjalanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bridgestone Tire Indonesia