BYD Atto 1 di diler BYD Bekasi. (Indozone/Rachmat Fahzry)
INDOZONE.ID - Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menyatakan bahwa China kini telah menyamai, bahkan melampaui Korea Selatan dalam teknologi dan permodalan di berbagai sektor. Bahakn di industri otomotif yang saat ini banyak menguasai pasar.
Perubahan ini dinilai menggeser fondasi kerja sama ekonomi kedua negara menuju hubungan yang lebih setara.
Mengutip ANTARA, pernyataan tersebut disampaikan menjelang kunjungan resmi Lee ke China, di mana ia memimpin delegasi sekitar 200 perwakilan perusahaan Korea Selatan.
Baca juga: Korsel Catat Tren Positif Ekspor Mobil, Tumbuh 34,7 Persen
Kunjungan ini berlangsung di tengah meningkatnya persaingan, khususnya di sektor otomotif dan kendaraan listrik.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. (ANTARA/Anadolu/py/pri.)
Lee menjelaskan bahwa hubungan ekonomi sebelumnya bersifat vertikal—Korea unggul dalam teknologi dan modal, sementara China menyediakan tenaga kerja. Namun, kemajuan pesat China menuntut model kerja sama baru yang lebih horizontal dan seimbang.
Ke depan, kolaborasi diarahkan pada bidang strategis seperti kecerdasan buatan, manufaktur maju, perangkat lunak kendaraan, dan teknologi otomotif cerdas yang semakin terintegrasi.
China kini menjadi produsen dan eksportir terbesar kendaraan energi baru, serta mendominasi baterai LFP dan bahan baku utama.
Baca juga: Harga BYD Sealion 7 Performance Dibanderol 719 Jutaan, Seberapa Layak Mobil Sedan Listrik Ini?
Sementara itu, Korea Selatan tetap kuat di baterai lithium ternary dan rantai pasok global, meski menghadapi tekanan dari produk China berbiaya lebih rendah.
Produsen China melaju cepat dalam sistem bantuan pengemudi dan AI pada kendaraan massal. Korea Selatan merespons dengan meningkatkan investasi pada kendaraan berbasis perangkat lunak dan riset mengemudi otonom.
Lee menegaskan pentingnya menjaga integrasi rantai pasok dan menghindari konfrontasi ekonomi. Pertemuan dengan pemimpin China dan pelaku usaha diharapkan menghasilkan kerangka kerja sama baru di sektor manufaktur maju dan energi baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA