Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 19 APRIL 2026 • 09:05 WIB

Nyicil Mobil Listrik Worth It Gak? Ini 5 Hal yang Harus Kamu Pikirkan Matang-matang!

Nyicil Mobil Listrik Worth It Gak? Ini 5 Hal yang Harus Kamu Pikirkan Matang-matang!BYD Atto 1 di diler BYD Bekasi. (Indozone/Rachmat Fahzry)

INDOZONE.ID - Keputusan untuk beralih ke kendaraan listrik (EV) melalui skema kredit adalah langkah besar yang memerlukan perhitungan matang, terutama di tahun 2026 ini di mana dinamika pasar otomotif terus berubah dengan sangat cepat.

Membayar cicilan mobil listrik bukan sekadar soal mengikuti tren atau gaya hidup modern, melainkan sebuah keputusan strategis mengenai efisiensi finansial jangka panjang yang akan memengaruhi arus kas keluarga kamu selama beberapa tahun ke depan.

Sebelum kamu melangkah ke dealer dan menandatangani kontrak kredit, pastikan kamu sudah membedah secara mendalam 5 hal krusial berikut agar cicilan bulanan yang kamu bayarkan tetap terasa worth it dan tidak menjadi beban.

5 Tips Kredit Mobil Listrik Baru yang Harus Kamu Pertimbangkan

1. Analisis Selisih Biaya Operasional vs Cicilan

Nyicil Mobil Listrik Worth It Gak? Ini 5 Hal yang Harus Kamu Pikirkan Matang-matang!Ilustrasi menghitung biaya kredit mobil (Freepik)

Keuntungan utama mobil listrik terletak pada biaya "bahan bakar" yang jauh lebih ekonomis. Di tahun 2026, biaya energi EV rata-rata hanya berkisar Rp200–Rp300 per km, sementara mobil bensin dengan harga serupa bisa mencapai Rp1.200 per km.

Jika dalam sebulan kamu menempuh jarak 2.000 km, kamu bisa menghemat sekitar Rp1,8 juta hingga Rp2 juta hanya dari sektor energi.

Pastikan penghematan nyata ini kamu proyeksikan untuk membantu menutup sebagian dari biaya cicilan bulanan, sehingga secara psikologis beban cicilanmu terasa lebih ringan dibandingkan mencicil mobil konvensional.

2. Pantau Perubahan Skema Insentif dan Pajak Pemerintah

Nyicil Mobil Listrik Worth It Gak? Ini 5 Hal yang Harus Kamu Pikirkan Matang-matang!VinFast Limo Green. Sewa mobil listrik VinFast mulai Rp312.500/hari untuk driver online. (Dok. VinFast Indonesia.)

Memasuki pertengahan tahun 2026, kebijakan insentif pemerintah Indonesia mulai mengalami pergeseran yang cukup signifikan.

Insentif untuk mobil listrik impor utuh (CBU) sudah mulai dibatasi, dan fokus dukungan kini dialihkan sepenuhnya pada model yang diproduksi secara lokal (CKD) dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tinggi. 

Baca juga: Soroti Kebijakan Insentif Kendaraan Listrik. ICMS: Perlu Kepastian untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Industri Listrik

Hal ini berdampak langsung pada harga OTR dan jumlah pinjaman pokok kamu. Pastikan kamu memilih unit yang masih mendapatkan subsidi PPN atau pembebasan BBNKB agar uang muka (DP) dan cicilan bulanan tidak membengkak akibat hilangnya fasilitas pajak tersebut.

3. Memahami Realita Depresiasi dan Nilai Jual Kembali

Nyicil Mobil Listrik Worth It Gak? Ini 5 Hal yang Harus Kamu Pikirkan Matang-matang!Ilustrasi Jual Mobil Bekas (Freepik)

Satu hal yang sering luput dari perhitungan calon pembeli adalah nilai jual kembali (resale value). Di pasar mobil bekas tahun 2026, depresiasi mobil listrik cenderung lebih tajam dibandingkan mobil bensin atau hybrid karena perkembangan teknologi baterai dan perangkat lunak yang sangat masif setiap tahunnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BYD Indonesia

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Nyicil Mobil Listrik Worth It Gak? Ini 5 Hal yang Harus Kamu Pikirkan Matang-matang!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!