Kamis, 31 JULI 2025 • 16:01 WIB

Baterai Tipis MG Jadi Andalan Baru, Tahan 12 Tahun dan Bisa Diganti Tanpa Bongkar Mobil

Author

MG MG4 EV Max di GIIAS 2025. (Indozone/Rachmat Fahzry)

INDOZONE.ID - MG hadirkan teknologi baterai ultra tipis yang tetap kuat, aman dan tahan lama. Dimensi baterai punya ketebalan hanya 110 mm, dengan kepadatan energi tinggi, tahan benturan ekstrem dan bisa diganti sebagian tanpa harus ganti mobil.

Di ajang GIIAS 2025, MG memamerkan inovasi baterai terbaru mereka yang diklaim sebagai salah satu yang paling tipis di dunia.

Teknologi baterai yang digunakan MG diberi nama Magic Cube, berbasis konsep Cell-to-Pack. Artinya, sel baterai langsung terintegrasi ke struktur kendaraan tanpa tambahan modul, membuatnya lebih ringkas tapi tetap bertenaga.

Ketebalannya cuma 110 mm, diklaim lebih tipis dari kaleng minuman. Tapi kapasitas dayanya besar, dengan kepadatan energi mencapai 180 Wh/kg.

Meski tipis, performa baterai tetap tinggi dan terjaga. Dimensi baterai yang tipis juga membuat ruang kabin menjadi lega dan pusat gravitasi mobil lebih rendah untuk pengendalian yang stabil.

“Meskipun sangat tipis, baterai ini memiliki kepadatan energi yang luar biasa berkat inovasi baterai kami berupa horizontal cell layout. Konsep ini adalah konsep satu-satunya di dunia,” jelas Joy Zheng, Managing Director Unified Advanced Battery System (UABS) Indonesia.

MG Cyberster tampil di GIIAS 2025. (Indozone/Rachmat Fahzry)

Baca juga: MG Cyberster Tampil Gres dengan Warna Baru Beige Pearl Beratap Merah Menyala

Tahan Panas dan Tahan Air

MG sudah menguji baterai ini dalam kondisi ekstrem. Mulai dari suhu hingga 55 derajat celcius, tes benturan sampai penetrasi paku besi. Hasilnya pengujian baterai tetap aman.

Baterai ini juga mengantongi sertifikasi IP67, yang berarti tahan air dan debu.

Setiap unit EV MG juga dilengkapi sistem Intelligent Battery Temperature Control, yang bisa mendinginkan baterai otomatis jika suhu naik. Target suhu ideal dijaga di kisaran 20 derajat celcius agar baterai tetap sehat dan awet.

Performa sedan listrik premium MG 4 EV Max terbaru 2025. (INDOZONE/Dwi Aji)

Baca juga: MG4 EV MA: Performa Ganas, Dijual Cuma 100 Unit Seharga Rp419 Juta

Umur Panjang dan Bisa Didaur Ulang

Baterai MG dirancang untuk bertahan sekitar 12 tahun. Tapi setelah masa pakai habis, baterai bisa didaur ulang.

MG bahkan sudah punya ekosistem e-cycle di China dan mulai mengembangkannya di Indonesia.

“Kami juga bekerja sama dengan pemasok lokal untuk mendaur ulang baterai dan limbah padat dengan cara yang benar,” jelas Joy.

Baterai MG juga dirancang modular. maksudnya, kalau baterai rusak sebagian, baterai bisa diganti sebagiannya saja, tanpa harus membongkar total atau ganti mobil.

Proses fast-swapping ini bikin pemakaian EV makin fleksibel dan ekonomis.

Dipakai di Semua Model MG EV

Teknologi baterai ini sudah diterapkan di berbagai model MG listrik, termasuk MG ZS EV, MG4 EV, dan MG4 EV Max. Bahkan, MG Cyberster yang performanya buas pun pakai baterai ini.

MG4 EV Max misalnya, bisa menempuh hingga 540 km (NEDC) berkat baterai 64 kWh-nya. Sementara MG ZS EV tembus 403 km dan MG4 EV 425 km.

“Dimensinya mungkin kecil, tapi kapasitas dan kepadatan dayanya sangat besar. Tidak ada kompromi performa, bahkan untuk kendaraan sport sekalipun,” tegas Joy.

Untuk memastikan pasokan tetap aman, MG bekerja sama dengan UABS Indonesia, joint venture dengan PT Agung Kentjana Abadi untuk memproduksi baterai lokal sejak 2024. Langkah ini juga sejalan dengan target pemerintah membangun ekosistem kendaraan listrik dalam negeri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU