Minggu, 14 DESEMBER 2025 • 17:39 WIB

Pindad Siap Produksi 500 Ribu Unit: Mobil Nasional Jangan cuma Slogan, Harus 'Piloting' Inovasi Teknologi dan Bangun Ekosistem

Author

Presiden Prabowo Subianto menaiki mobil Pindad Maung Garuda saat tiba di Istana Merdeka, Jakarta. (Hafidz Mubarak A)

INDOZONE.ID - PT Pindad menyatakan punya kapasitas untuk memproduksi hingga 500 ribu unit mobil nasional per tahun.

Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, menegaskan bahwa mobil nasional tidak boleh berhenti di slogan.

Pindad telah menyiapkan lahan industri di Subang, Jawa Barat, dengan target produksi awal 100 ribu unit per tahun pada 2028. 

Angka itu akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 500 ribu unit per tahun.

“Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program. Kita harus melakukan piloting inovasi teknologi dan membangun ekosistemnya,” ujar Sigit diktuip dari Antara.

Ia juga menekankan pesan dari lembaga lain, agar Pindad tidak larut dalam euforia. Namun, fokus pada implementasi nyata di lapangan.

Bukan Bangun Pabrik Saja

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, menilai Indonesia sudah lama mampu membuat mobil dan pabrik mobil. Hanya saja, yang belum terwujud adalah industri mobil nasional yang utuh.

Baca juga: Mobil Nasional Siap Meluncur, Menko Airlangga Ungkap Harga di Bawah Rp300 Juta

Menurutnya, pembangunan mobil nasional harus berjalan beriringan dengan kawasan industri dan rantai pasok dalam negeri.

“Tanpa kawasan industri, pembangunan mobil nasional tidak akan kokoh. Ekosistem rantai pasoknya harus tumbuh bersama,” kata Rachmat.

Oleh karena itu, Bappenas bersama Himpunan Kawasan Industri (HKI) dan PT Pindad menandatangani Nota Kesepahaman (MoU).

Kerja sama dilakukan untuk memperkuat kawasan industri prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, dan akselerasi Program Mobil Nasional sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Kawasan Industri Jadi Fondasi Mobil Nasional

Ketua HKI Ahmad Ma’ruf Maulana menyebut, saat ini ada 170 kawasan industri yang siap mendukung percepatan PSN dan hilirisasi otomotif.

“Kami ingin MoU ini benar-benar dikawal. Hambatan di lapangan harus bisa diselesaikan cepat,” ujar Ma’ruf.

HKI juga mendorong penguatan regulasi lewat RUU Kawasan Industri, sekaligus mempromosikan kawasan industri Indonesia ke level global.

Langkah ini dinilai krusial agar mobil nasional tidak bergantung penuh pada impor komponen dan teknologi.

Mobil konsep i2C. (Indozone/Rachmat Fahzry)

Mobil di Bawah Rp300 Juta Jadi Target Pasar Utama

Dari sisi pasar, pemerintah melihat peluang terbesar ada di segmen mobil di bawah Rp300 juta. Segmen ini masih menjadi pilihan utama konsumen Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, kabinet Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk menggerakkan proyek mobil nasional.

Sinyal keseriusan juga terlihat di pameran otomotif. Di GIIAS 2025, PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) memamerkan mobil konsep listrik i2C.

SUV futuristik ini digarap bersama Italdesign dari Italia, dengan sentuhan simbol Garuda dan motif batik.

Meski masih berupa clay model skala penuh, kehadirannya menunjukkan arah desain dan visi mobil nasional ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU