Mobil konsep i2C, SUV buatan indonesia hadir di GIIAS 2025. (Indozone/Rachmat Fahzry)
INDOZONE.ID - Pemerintah menilai pasar terbesar otomotif Indonesia ada di segmen mobil di bawah Rp300 juta.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, konsumen Indonesia masih menjadikan mobil dengan banderol di bawah Rp300 juta sebagai pilihan utama.
“Kami sudah cek di lapangan, memang sekarang market terbesar pangsanya adalah mobil-mobil yang di bawah harga Rp300 juta. Ini yang didorong juga oleh pemerintah,” ujarnya dikutip dari Channel YouTube Kadin Indonesia.
Menurutnya, jika mobil nasional ingin diterima pasar, harganya harus menyesuaikan daya beli masyarakat.
Airlangga menegaskan bahwa kabinet Presiden Prabowo Subianto, akan menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk menggerakkan proyek mobil nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. ANTARA FOTO/Fauzan/nym. (FAUZAN)
Namun ia belum menyebut kapan produksi dan distribusi pertama akan dimulai.
“Arahan Bapak Presiden bahwa kita perlu menyediakan anggaran untuk pengembangan mobil nasional,” kata Airlangga.
Di sisi lain, ia melihat adanya perubahan perilaku konsumen yang semakin melirik kendaraan listrik. Penjualan mobil listrik di Indonesia tercatat naik 18,27 persen.
Baca juga: Pemerintah Gaspol Siapkan Mobil Nasional, Produksi Ditarget 2027
Menurut Airlangga, meningkatnya penjualan EV membawa efek signifikan ke pasar otomotif.
Mobil konsep i2C. (Indozone/Rachmat Fahzry)
Harga mobil konvensional kini ikut tertekan karena pabrikan harus bersaing lebih ketat.
“Di pameran di BSD, harga mobil rata-rata Rp300 juta, bahkan ada yang Rp175 juta - Rp190 juta. Artinya dengan kehadiran EV, harga mobil tertekan ke bawah, dan ini belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube