Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 15:02 WIB

Kemenperin Dorong IKM Otomotif Pasok Komponen Mobil Pikap, Nggak Perlu Impor?

Author

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yakin Indonesia bisa produksi 1 juta unit mobil pikap. (Dok. Humas Kemenperin)

INDOZONE.ID - Kemenperin menegaskan industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif dalam negeri mampu memasok kebutuhan kendaraan niaga, termasuk pikap untuk program KDKMP.

Kemenperin terus mendorong pengembangan industri kendaraan niaga.

Melalui Direktorat Jenderal IKMA, berbagai program pembinaan digulirkan. Mulai dari restrukturisasi mesin, sertifikasi ISO 9001, penerapan industri 4.0, lean manufacturing, hingga fasilitasi link and match dengan industri besar.

Langkah ini bertujuan agar IKM bisa naik kelas dan masuk ekosistem produksi kendaraan bermotor nasional.

Salah satu mitra strategis adalah PIKKO, asosiasi IKM komponen otomotif yang sudah berdiri 13 tahun dan memiliki 110 anggota.

Mereka memproduksi komponen berbahan metal, plastik, karet, hingga mould and dies.

Posisi mereka ada di tier 2 dan tier 3 dalam industri otomotif nasional, sekaligus menjadi bagian dari rantai pasok OEM dan tier 1 kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kolaborasi Kemenperin dan PIKKO sebelumnya terlihat dalam pengembangan AMMDes yang diluncurkan pada 2018. Proyek itu melibatkan IKM binaan dan membuktikan bahwa pelaku lokal mampu terlibat dalam produksi kendaraan niaga.

Baca juga: Chery Luncurkan Pikap Double Kabin Himla, Apa Keunggulannya?

Baca juga: Mobil Pikap Lokal Bisa Produksi 1 Juta Unit, Siap Dongkrak Ekonomi Rp27 Triliun

Potensi Ekonomi Kendaraan Niaga

Menurut keterangan Menteri Perindustrian, prospek kendaraan komersial di Indonesia masih sangat besar.

Sebagai ilustrasi, jika pengadaan 70.000 unit pikap dipenuhi produksi dalam negeri, dampak ekonomi yang tercipta bisa mencapai sekitar Rp27 triliun.

Angka ini berasal dari efek backward linkage atau dampak berantai ke berbagai sektor industri.

Industri ban, kaca, baterai, logam, plastik, kabel, hingga elektronik akan ikut bergerak.

Artinya, produksi lokal bukan sekadar soal kendaraan, tapi juga soal perputaran ekonomi nasional dan serapan tenaga kerja.

Kekhawatiran Soal Rencana Impor

Di sisi lain, muncul informasi rencana impor kendaraan operasional untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.

PIKKO menyampaikan kekecewaannya melalui surat resmi. Saat ini, utilisasi produksi industri komponen otomotif masih di kisaran 60–70 persen.

“Kami memahami bahwa kebutuhan ini sangat mendesak, tetapi pengadaannya agar tetap mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri, mengingat kemampuan industri otomotif dan komponen otomotif dalam negeri sudah sangat mumpuni untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Ketua PIKKO, Rosalina Faried.

Ia juga menyampaikan kekhawatiran bahwa impor kendaraan utuh dapat berdampak pada sekitar 6.000 tenaga kerja di sepanjang rantai pasok industri komponen.

Antara Kebutuhan Mendesak dan Kemandirian Industri

Di tengah kondisi industri otomotif nasional yang masih belum sepenuhnya pulih, isu impor kendaraan menjadi sensitif.

Rosalina berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membatasi jumlah kendaraan yang diimpor, sekaligus memberi kesempatan produsen lokal menjadi pemasok kendaraan operasional KDKMP.

Dari sudut pandang industri, ini bukan sekadar soal satu proyek pengadaan. Ini soal arah kebijakan: apakah peluang pasar dalam negeri akan dimaksimalkan oleh pelaku lokal, atau justru diisi produk impor.

Kemenperin menegaskan komitmennya memperkuat struktur manufaktur nasional dan meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri. Tantangannya kini ada pada implementasi kebijakan di lapangan.

Jika kebutuhan kendaraan niaga benar-benar dipenuhi produksi lokal, efeknya bukan hanya pada angka penjualan, tetapi juga pada keberlangsungan ekosistem otomotif nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU