Pabrik BYD di Subang Sudah Uji Coba Produksi Mobil Listrik Buatan Indonesia, Kapan Beroperasi?
INDOZONE.ID - Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, selangkah lagi memproduksi mobil listrik rakitan Indonesia.
Setelah mengantongi empat sertifikat industri pada akhir 2025, BYD langsung memulai uji produksi di kuartal pertama 2026.
Investasi yang dikucurkan tembus Rp11 triliun lebih.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengonfirmasi bahwa proses produksi sudah mulai diuji coba.
"Di akhir tahun 2025 kami sudah mendapatkan sertifikasi yang penting dari pemerintah. Mulai dari kuartal pertama kami memulai tes dan penyelarasan produksi," kata Eagle dalam acara buka bersama media, Senin (10/3/2026).
Baca juga: BYD Kenalin Baterai Generasi Baru, Isi Daya Mobil Cuma Listrik 5 Menit
Fase ini lazim disebut production trial run,.yakni tahap di mana mesin, lini perakitan, dan tenaga kerja diuji sebelum produksi massal dimulai.
Dengan begitu, mobil listrik berlabel "Made in Indonesia" dari BYD bakal segera mengaspal.
Baca juga: BYD Seal Terbakar di Hong Kong, Baterai Tetap Aman?
Kapan Mobil BYD Buatan Indonesia Bisa Dibeli?
Belum ada tanggal pasti yang diumumkan. Tapi Eagle menegaskan BYD Indonesia sedang mempercepat semua proses internal.
"Secara internal kami juga berusaha secepatnya mengeluarkan produk made in Indonesia," ujarnya.
Empat Sertifikat
Untuk bisa merakit kendaraan secara legal di Indonesia, ada deretan sertifikasi yang wajib dipenuhi.
Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, menyebut pabrik Subang sudah memegang empat sertifikat, yaitu Certificate of Standard, Sertifikat World Manufacturer Identifier (WMI) untuk penerbitan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK).
Kemudian Certificate Implementasi IKD, dan Sertifikat IKD khusus kendaraan listrik.
Keempat dokumen ini punya fungsi masing-masing dalam rantai produksi.
Mulai dari memastikan standar keamanan, identitas kendaraan, hingga kepatuhan terhadap program Industri Kendaraan Bermotor Dalam Negeri (IKD) yang disyaratkan pemerintah Indonesia.
Lokasi pabrik di Subang, Jawa Barat, tengah berkembang sebagai koridor industri baru yang terhubung ke Jakarta dan Pelabuhan Patimban.
Infrastruktur logistik penting untuk distribusi kendaraan skala besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan