Kamis, 09 APRIL 2026 • 12:19 WIB

Kendaraan Niaga Indonesia Terancam Gempuran Truk Impor

Author

Para pejabat melakukan kunjungan ke area pameran GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026. (Dok. GAIKINDO.)

INDOZONE.ID - Industri kendaraan niaga Indonesia sedang menghadapi tekanan serius. Produksi turun, impor naik, dan sejumlah truk asing masuk tanpa melewati proses homologasi.

Pemerintah menyebut kondisi ini sebagai "kesenjangan pasokan domestik" yang harus segera ditangani sebelum makin melebar.

Data GAIKINDO menunjukkan produksi kendaraan niaga pada 2025 turun 3,5 persen menjadi 164 ribu unit, dari hampir 170 ribu unit di tahun sebelumnya.

Tingkat utilisasi industri ikut melorot ke sekitar 58 persen, di bawah ambang efisiensi yang seharusnya bisa dicapai.

Ada selisih sekitar 4.000 unit antara produksi domestik dan kebutuhan pasar di 2025. Kekurangan itu tidak dipenuhi dari dalam negeri, tapi oleh produk impor.

Baca juga: GIICOMVEC 2026 Dibuka, Ini Isi Pamerannya

Baca juga: 3 Merek Baru Siap Debut di GIICOMVEC 2026

Sekjen Kemenperin Eko S.A. Cahyanto menegaskan hal tersebut dalam pembukaan GIICOMVEC 2026, Rabu (8/4/2026) di Jakarta,.

"Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan pasokan domestik yang harus segera direspons melalui penguatan struktur industri, peningkatan efisiensi produksi, serta optimalisasi kapasitas terpasang," ungkapnya.

Ilustrasi GIICOMVEC. (Dok. GIICOMVEC.)

Truk Impor Ilegal dan Masalah Emisi Euro 4

Kemenperin juga menyoroti maraknya truk impor yang masuk tanpa homologasi dan diduga tidak memenuhi standar emisi Euro 4, yakni standar yang sudah diwajibkan untuk kendaraan baru di Indonesia sejak 2022.

Kondisi ini menciptakan dua masalah sekaligus. Persaingan tidak sehat bagi produsen lokal yang sudah patuh regulasi, dan hambatan bagi upaya pengendalian polusi udara yang selama ini sudah cukup berat, terutama di kota-kota besar.

Ada juga sorotan soal transaksi kendaraan tanpa dokumen resmi yang berpotensi memicu kredit macet (NPL) di sektor pembiayaan. Persoalan klasik yang ternyata masih jalan terus.

Sektor Logistik Tumbuh, Industri Ketinggalan
Di sisi lain, konteks ekonominya menarik. Sektor transportasi dan pergudangan justru tumbuh 8,78 persen pada 2025, jadi salah satu pertumbuhan tertinggi di antara sektor-sektor ekonomi nasional. Permintaan kendaraan niaga yang andal jelas meningkat, tapi industri dalam negeri belum sepenuhnya bisa mengikuti laju itu.

Sektor industri alat transportasi sendiri berkontribusi 1,27 persen terhadap PDB nasional di 2025. Subsektor perdagangan mobil, motor, dan jasa reparasinya menambah 2,02 persen lagi.

GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026 digelar sebagai platform business-to-business yang mempertemukan produsen, pengguna, dan pemangku kebijakan. Tahun ini diikuti 14 merek kendaraan komersial dan lebih dari 35 industri pendukung.

"Truk dan bus merupakan urat nadi yang menghubungkan pusat produksi dengan pasar, memastikan distribusi barang tetap terjaga, serta menjadi motor penggerak mobilitas publik. Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, dibutuhkan kendaraan komersial yang tangguh, efisien, dan mengadopsi teknologi masa depan," katanya.

Ekspor kendaraan niaga Indonesia pada 2025 mencapai 20.326 unit dari total ekspor CBU sebesar 518.212 unit. Angka itu naik 9,75 persen dibanding tahun sebelumnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: GAIKINDO

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU