INDOZONE.ID - Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) kembali akan menggelar ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Mengusung tema “The Future of A Clean and Efficient Mobility”, pameran kendaraan listrik tersebut akan berlangsung selama empat hari dengan target nilai transaksi mencapai Rp500 miliar.
Ketua Umum Periklindo, Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko, menyampaikan optimisme terhadap pencapaian target tersebut seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik di Indonesia.
“Target transaksi kita di tahun ini Rp500 miliar,” ujar Moeldoko di Jakarta seperti yang dikutip ANTARA.
Baca juga: Nilai Religi dan Sosial dalam Tradisi Manopeng Masyarakat Banyiur
Pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia dinilai semakin positif, terutama dalam peralihan dari kendaraan konvensional menuju kendaraan berbasis baterai yang dianggap lebih ramah lingkungan dan efisien.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan kendaraan listrik sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 47.781 unit. Angka tersebut meningkat 89,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Moeldoko berharap PEVS 2026 mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan industri kendaraan listrik nasional sekaligus menjadi wadah strategis bagi para pelaku industri melalui ekosistem Business to Business (B2B), Business to Consumer (B2C), dan Business to Government (B2G).
Menurutnya, kebutuhan akan mobilitas yang efisien dan ramah lingkungan kini semakin penting, terlebih di tengah kondisi geopolitik global yang memengaruhi kestabilan harga minyak dunia.
“Bagaimana kita bermobilitas dengan cara efisien dan bersih tidak bisa lagi diabaikan. Apalagi di tengah situasi geopolitik di mana harga minyak tidak bisa lagi dikendalikan. Pilihan kita berdiam diri atau menciptakan terobosan. Penyelenggaraan PEVS adalah salah satu terobosan yang dilakukan,” katanya.
Baca juga: Nilai Religi dan Sosial dalam Tradisi Manopeng Masyarakat Banyiur
Melalui integrasi program B2B, B2C, dan B2G, PEVS 2026 dirancang untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional secara menyeluruh.
Program B2B akan mendorong kolaborasi dan perluasan bisnis antarpelaku industri. Sementara itu, program B2C memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal lebih dekat teknologi kendaraan listrik melalui pengalaman langsung dan edukasi seputar industri otomotif masa depan.
Selain itu, PEVS 2026 juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi sektor B2B dan B2G dengan mempertemukan pelaku industri kendaraan listrik, investor, pemerintah, hingga komunitas otomotif.
Sebagai gambaran, pada penyelenggaraan tahun lalu, PEVS diikuti oleh 143 peserta dengan jumlah pengunjung lebih dari 40 ribu orang.
Menariknya, tahun ini masyarakat dapat mengunjungi pameran secara gratis tanpa dikenakan biaya tiket masuk untuk melihat berbagai inovasi terbaru di industri mobilitas masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA