Minggu, 21 JUNI 2026 • 19:00 WIB

Bocoran Lucid Cosmos: SUV EV Baru dengan Fast Charging 800V

Author

Bocoran Lucid Cosmos. (ArenaEV)

INDOZONE.ID - Lucid Motors tengah menghadapi salah satu fase paling menentukan sejak perusahaan tersebut berdiri sebagai produsen mobil listrik. Meski selama ini mendapat banyak pujian berkat teknologi dan kemampuan rekayasa yang dimilikinya, performa bisnis Lucid belum sepenuhnya sesuai harapan.

Penjualan sedan listrik Lucid Air dan SUV Gravity masih belum mampu menghasilkan volume yang cukup besar untuk membawa perusahaan menuju keuntungan. Akibatnya, stok kendaraan menumpuk dan tekanan finansial terus meningkat.

Untuk keluar dari situasi tersebut, Lucid membutuhkan produk yang mampu menjangkau pasar lebih luas dengan harga yang lebih terjangkau. Kini, harapan itu tampaknya mengarah pada model baru bernama Lucid Cosmos.

Desain Resmi Terungkap Lewat Dokumen Paten

Keberadaan Lucid Cosmos semakin jelas setelah gambar desain resminya muncul dalam dokumen yang didaftarkan ke European Union Intellectual Property Office (EUIPO).

Dokumen tersebut diajukan oleh Atieva Inc., nama perusahaan induk Lucid Motors, pada 22 Mei 2026 dan dipublikasikan pada 15 Juni 2026.

Meski tidak mencantumkan nama Cosmos secara langsung, desain yang muncul identik dengan kendaraan yang sebelumnya diperlihatkan manajemen Lucid kepada investor pada Maret lalu.

Bocoran ini sekaligus mengonfirmasi bahwa Lucid memang sedang menyiapkan SUV crossover listrik berukuran lebih kompak dibanding Gravity untuk menyasar pasar yang jauh lebih besar.

Baca juga: Kenalin Nih Sedan Listrik dari Lucid Motors, Cocok Buat Gen Z yang Suka Ngebut!

Siap Hadapi Tesla Model Y

Lucid Cosmos diposisikan sebagai model termurah dalam jajaran kendaraan Lucid.

Harga awalnya diperkirakan berada di bawah 43.000 euro atau sekitar Rp800 jutaan. Sementara varian dengan fitur lengkap diprediksi dapat menyentuh angka 60.000 euro atau setara lebih dari Rp1,1 miliar.

Dengan strategi tersebut, Lucid secara terang-terangan membidik segmen yang saat ini dikuasai oleh Tesla Model Y. Selain itu, Cosmos juga akan berhadapan dengan sejumlah SUV listrik baru yang segera hadir di pasar global, termasuk Rivian R2.

Bagi Lucid, Cosmos bukan sekadar mobil baru. Model ini merupakan fondasi dari tiga kendaraan listrik berharga lebih terjangkau yang akan dibangun menggunakan platform menengah terbaru milik perusahaan.

Tampil Modern dengan Sentuhan Mirip Gravity

Dari gambar yang beredar, Cosmos mengusung desain yang masih memiliki DNA kuat dari Gravity.

Bagian depan tampil futuristis dengan logo Lucid berukuran lebih besar dibanding model sebelumnya. Siluet samping terlihat lebih membulat dengan garis atap yang dibuat menurun tajam untuk memberikan kesan sporty.

Di bagian belakang, terdapat spoiler yang membelah kaca belakang menjadi dua bagian. Nama Lucid juga ditampilkan secara penuh membentang di antara lampu belakang, mengikuti tren desain kendaraan listrik modern saat ini.

Secara keseluruhan, Cosmos terlihat lebih proporsional untuk penggunaan keluarga dibanding Gravity yang berukuran besar.

Jarak Tempuh Hampir 500 Kilometer

Salah satu nilai jual utama Cosmos adalah efisiensinya.

Lucid mengklaim kendaraan ini memiliki koefisien hambatan udara hanya 0,22 Cd, angka yang tergolong sangat rendah untuk sebuah SUV crossover.

Berkat desain aerodinamis tersebut, Cosmos diklaim mampu menempuh jarak hingga 483 kilometer dalam sekali pengisian daya menggunakan baterai berkapasitas 69 kWh.

Jika angka tersebut terealisasi pada versi produksi, Cosmos berpotensi menjadi salah satu SUV listrik paling efisien di kelasnya.

Untuk pasar Indonesia, jarak tempuh hampir 500 kilometer tentu menjadi daya tarik tersendiri. Pengguna dapat melakukan perjalanan antarkota seperti Jakarta-Bandung, Jakarta-Cirebon, atau Surabaya-Malang tanpa perlu khawatir sering mencari stasiun pengisian daya.

Tetap Kencang Meski Fokus pada Efisiensi

Tampilan Belakang Lucid Cosmos. (ArenaEV)

Selain efisien, Lucid juga menyiapkan varian performa tinggi untuk Cosmos.

Model tersebut dikabarkan mampu berakselerasi dari posisi diam hingga 97 km/jam hanya dalam waktu 3,5 detik.

Angka tersebut setara dengan banyak mobil sport modern dan jauh di atas kebutuhan penggunaan harian.

Dengan kata lain, Cosmos tidak hanya mengandalkan efisiensi baterai, tetapi juga menawarkan karakter berkendara yang menyenangkan bagi pengguna yang menginginkan performa tinggi.

Teknologi Baru dan Fast Charging 800 Volt

Cosmos menjadi model pertama yang menggunakan unit penggerak listrik generasi terbaru bernama Atlas.

Menurut Lucid, motor listrik ini memiliki bobot 23 persen lebih ringan dibanding generasi sebelumnya serta menggunakan 30 persen lebih sedikit komponen.

Penyederhanaan tersebut diharapkan mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi kendaraan.

Tak hanya itu, Cosmos juga dibangun menggunakan arsitektur kelistrikan 800 volt yang kini mulai menjadi standar pada mobil listrik premium.

Teknologi ini memungkinkan pengisian daya super cepat. Dalam kondisi ideal, pengisian selama 14 menit diklaim mampu menambah jarak tempuh hingga sekitar 322 kilometer.

Fitur vehicle-to-home dan vehicle-to-grid juga akan tersedia. Artinya, baterai mobil dapat digunakan untuk menyuplai listrik ke rumah atau bahkan dikembalikan ke jaringan listrik ketika diperlukan.

Baca juga: Sebanyak 100K Sedan Listrik Mewah Lucid Dipesan Pemerintah Arab Saudi, Termurah Rp1,1 M

Interior Lebih Sederhana dan Siap untuk Era Mobil Otonom

Masuk ke dalam kabin, Lucid disebut membawa filosofi desain baru yang berbeda dari model-model sebelumnya.

Jika Lucid Air dan Gravity mengandalkan banyak layar yang saling terhubung, Cosmos justru menggunakan satu layar besar yang membentang di dashboard.

Konsol tengah juga dibuat lebih minimalis dengan dua kenop fisik untuk mengoperasikan sejumlah fungsi utama kendaraan.

Di bawahnya tersedia ruang penyimpanan tambahan yang membuat kabin terasa lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Lucid menyebut tata letak baru ini dirancang agar siap mendukung teknologi mengemudi otonom di masa depan.

Menariknya, perusahaan juga berencana memanfaatkan platform kendaraan ini sebagai armada robotaxi melalui kerja sama yang sedang dikembangkan bersama Uber.

Meski demikian, tantangan terbesar Lucid bukanlah desain atau teknologi, melainkan kemampuan memproduksi kendaraan dalam jumlah besar.

Perusahaan menargetkan produksi Cosmos dimulai di Arab Saudi pada akhir 2026, kemudian disusul pabrik Arizona di Amerika Serikat enam hingga dua belas bulan setelahnya.

Masalahnya, Lucid selama ini cukup dikenal sering mengalami keterlambatan produksi dibanding target yang diumumkan.

Karena itu, keberhasilan Cosmos akan sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan menjaga jadwal produksi sekaligus mempertahankan harga jual tetap kompetitif.

Jika semua berjalan sesuai rencana, Cosmos bisa menjadi kendaraan yang mengubah nasib Lucid sekaligus menjadi penantang serius Tesla Model Y di pasar global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ArenaEV

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU