INDOZOOEN.ID - Pada awal tahun 2024 ini, Apple secara resmi menangguhkan proyek mobil listriknya.
Namun, sebelum menghentikan proyek pengembangan Electric Vehicle (EV) ini, ternyata Apple diam-diam sudah pernah menjalin kerja sama dengan EYD sebelumnya dalam proyek pengembangan baterai jarak jauh.
Kerja sama Apple dan EYD dimulai pada tahun 2017, dimana fokus pada proyek ini yaitu untuk mengembangkan baterai berbahan sel litium besi fosfat (LFP). Baterai LFP ini didesain untuk penggunaan baterai yang lebih tahan lama dan lebih aman, daripada baterai EV yang ada pada saat itu.
Baca Juga: 6 Perbedaan Innova Diesel Matic dan Manual, Mana Pilihan yang Terbaik?
Pada keberjalanan proyek rahasia ini, para ahli Apple menyumbangkan keahlian dalam paket baterai dan manajemen termal, sedangkan dari pihak BYD sendiri menyumbangkan teknik manufaktur dan kemajuian menggunakan LFP.
Walaupun Apple sama sekali tidak memiliki jejak kepemilikan pada teknologi Baterai BYD saat ini, kolaborasi diam-diam yang sempat terjalin ini menunjukka bahwa Apple berupaya sangat serius untuk memasuki dunia industri otomotif.
Disebutkan, baterai blade BYD, baterai yang saat ini digunakan di seluruh produk BYD, telah memetik keuntungan hasil dari pembelajaran yang diperoleh ketika bermitra dengan Apple.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh BYD, mereka mengatakan bahwa pengembangan baterai Blade dilakukan secara independen, serta mereka juga menekankan bahwa mereka memegang hak paten penuh.
Baca Juga: Update Harga Nissan Elgrand 2017, Mobil Sliding Door Mewah yang Disetop Produksi
Berbagai tantangan yang dihadapi Apple membuat mereka banyak menghadapai segala hambatan dan penundaan pada pengembangan proyek EV, yang pada akhirnya membuat Apple memutuskan untuk membatalkan proyek pengembangan EV mereka.
Akhir Februari 2024, Apple resmi menghentikan proyek yang paling ditunggu-tunggu dalam sejarah mereka. Sedangkan, BYD sendiri saat ini sudah melaju sangat pesat.
Mereka menjadi produsen baterai EV terbesar kedua di dunia. Bahkan, mereka berhasil menyalip Tesla dalam penjualan kendaraan listrik baterai (BEV) pada akhir 2023.
Selain itu, hingga tahun ini BYD juga telah menjual 2,7 juta lebih kendaraan energi baru (New Energy Vehicles) secara global, sebuah hal yang menunjukkan pencapaian mereka yang meningkat pesat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cnevpost