Kamis, 19 DESEMBER 2024 • 15:28 WIB

BYD Percepat Ekspansi Kendaraan Listrik di Indonesia, Siapkan 18.000 Lapangan Kerja Baru

Author

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani di kantor pusat BYD di Shenzhen, China

INDOZONE.ID - Build Your Dreams (BYD), salah satu pemain utama industri kendaraan energi baru (NEV) global, semakin serius mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Komitmen ini ditegaskan dalam kunjungan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, ke kantor pusat BYD di Shenzhen, China, pada 16 Desember 2024.

Dalam pertemuan ini, BYD menyampaikan rencana peningkatan nilai investasi di Indonesia, termasuk perluasan kapasitas produksi di pabrik mereka di Subang, Jawa Barat.

Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Selain itu, BYD berencana mengembangkan fasilitas baterai listrik dan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sebagai bagian dari ekosistem elektrifikasi di Indonesia.

Baca Juga: BYD Dolphin Tampil Baru, Apa Saja yang Berubah?

General Manager BYD Asia Pacific, Liu Xueliang, mengatakan, sebagai salah satu pelaku utama dalam industri kendaraan listrik, BYD akan terus mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mempercepat ekosistem kendaraan listrik.

"Dengan tambahan investasi dan penguatan industri, kami berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas produksi pada fasilitas pabrik BYD di Indonesia serta membuka peluang pengembangan teknologi seperti baterai untuk ragam kendaraan New Energy Vehicle termasuk EV dan PHEV," ujarnya dalam pernyataannya yang diterima Indozone, Rabu (19/12/2024).

Percepatan Proyek dan Penyerapan Tenaga Kerja

Sebagai bentuk keseriusan, BYD mempercepat pembangunan fasilitas pabrik dari jadwal awal 2026 menjadi kuartal keempat 2025.

Langkah ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi kendaraan listrik tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani di kantor pusat BYD di Shenzhen, China

Baca Juga: BYD Kembangkan Baterai Motor Listrik Buntut Banyak Motor Listrik Terbakar di China

Dengan perluasan ini, pabrik BYD diproyeksikan menyerap lebih dari 18.000 tenaga kerja, meningkat dari estimasi awal 8.700 orang.

Selain menciptakan lapangan kerja, BYD juga berkomitmen melakukan transfer pengetahuan untuk meningkatkan keterampilan teknis tenaga kerja lokal, mulai dari produksi kendaraan hingga pengembangan baterai dan teknologi elektrifikasi.

Dukungan Pemerintah Indonesia

Dalam kunjungannya, Menteri Rosan menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan terus mendukung percepatan realisasi investasi BYD melalui berbagai insentif, termasuk koordinasi dengan kementerian terkait untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, seperti akses jalan menuju pelabuhan dan kawasan industri.

Dukungan yang diberikan pemerintah Indonesia, termasuk koordinasi yang erat dalam pembangunan infrastruktur dan pemberian insentif, telah memberikan kami kepercayaan diri untuk mempercepat realisasi proyek ini,” ujar Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia.

Inovasi Teknologi Masa Depan

Dalam kunjungan ini, BYD memperkenalkan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang menggabungkan keunggulan baterai dan bahan bakar konvensional.

Kendaraan PHEV dengan DM-i Technology mereka mampu menempuh hingga 2.000 km dalam sekali pengisian penuh.

Baca Juga: BYD M6 Jadi Bintang di GJAW 2024, Raih Penghargaan Most Favorite Car MPEV

Teknologi ini menjadi solusi praktis untuk mendukung transisi energi bersih di Indonesia.

BYD juga berencana meluncurkan sub-brand premium Denza pada awal 2025 untuk memperluas pilihan kendaraan listrik di segmen premium.

Dengan langkah ini, BYD berharap semakin memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik Indonesia.

Prestasi BYD di Indonesia dan Global

Secara global, BYD mencatat penjualan lebih dari 3,7 juta unit kendaraan listrik sepanjang Januari-November 2024.

Di Indonesia, penjualan mencapai 13.800 unit dalam periode yang sama, dengan target akhir tahun sebanyak 16.000 unit.

Dengan langkah strategis ini, BYD tidak hanya mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur kendaraan elektrifikasi di Asia Tenggara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU