Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 28 AGUSTUS 2025 • 14:19 WIB

Macet Jakarta Parah! Kendaraan Makin Banyak, Lebar Jalan Nambah Secuil

Macet Jakarta Parah! Kendaraan Makin Banyak, Lebar Jalan Nambah SecuilIlustrasi jalanan macet di Jakarta. (Dok. Hyundai Motors Indonesia)

INDOZONE.ID - Jakarta masih bergulat dengan masalah kemacetan. Pertumbuhan kendaraan mencapai 2,70% per tahun, sementara ruas jalan hanya bertambah 0,01%.

Wakil Gubernur DKI Rano Karno mengajak semua pihak berkolaborasi, dari pemerintah daerah hingga warga, untuk mengatasi macet lewat transportasi publik dan teknologi lalu lintas berbasis AI.

Rano memimpin apel kolaborasi di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, pada Rabu (27/8). Acara ini melibatkan lebih dari 2.100 personel gabungan, mulai dari Dishub, polisi, TNI, Satpol PP, hingga perwakilan daerah sekitar Jabodetabek.

Berdasarkan data Ditlantas Polda Metro Jaya, jumlah perjalanan harian di Jakarta mencapai 20,2 juta. Namun hanya 22,19% yang menggunakan transportasi umum.

Di sisi lain, pertumbuhan kendaraan mencapai 2,70% per tahun, jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan jalan yang hanya 0,01%.

Baca juga: Jakarta Vs Macet, AI dan Transjakarta Jadi Andalan

"Akibatnya, volume kendaraan semakin menekan ruang jalan yang ada," ungkap Rano.

Dia menekankan, kemacetan bukan hanya masalah Jakarta. Warga Bogor, Depok, Tangerang, hingga Bekasi yang beraktivitas di Jakarta ikut menyumbang kepadatan lalu lintas. Makanya, kolaborasi lintas daerah menjadi kunci.

Baca juga: 5 Cara Cerdas Hindari Macet Saat Pulang Kerja, Ampuh!

Gubernur DKI Pramono Anung juga menilai, sudah waktunya Pemprov DKI mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari solusi.

Solusi Urai Macet Jakarta

Untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, Pemprov DKI mendorong program TransJabodetabek. Warga diharapkan beralih ke transportasi umum agar dampaknya terasa langsung pada lalu lintas.

Selain itu, Jakarta sudah mengembangkan Intelligent Traffic Control System (ITCS) berbasis AI. Sistem ini baru dipasang di 65 dari 321 persimpangan, namun sudah mampu memangkas waktu tunggu kendaraan hingga 15–20%.

Kolaborasi lain dengan Polda Metro Jaya lewat Mandala Quick Response juga memungkinkan pemantauan lalu lintas real time lewat CCTV dan GIS.

Rano menekankan bahwa macet bukan cuma soal mobilitas harian. Dampaknya bisa meluas ke ekonomi, usaha, pariwisata, kesehatan hingga kualitas hidup masyarakat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Macet Jakarta Parah! Kendaraan Makin Banyak, Lebar Jalan Nambah Secuil

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!