Xiaomi SU7 Ultra terjual 10 ribu unit dalam dua jam setelah peluncuran. (Xiaomi)
INDOZONE.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus aktif membangun kerja sama dengan industri global, termasuk dengan raksasa teknologi asal China, Xiaomi.
Tujuannya menjadikan Indonesia sebagai basis produksi sekaligus pusat ekspor manufaktur ke berbagai negara.
Dalam lawatannya ke Shanghai, Jumat (10/10), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu dengan Associate Government Affairs Director Xiaomi Communications Co., Ltd., Jon Dove. Pertemuan itu dihadiri juga oleh pejabat Kemenperin dan perwakilan PT Xiaomi Technology Indonesia.
Agus menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi Xiaomi yang telah membantu memperkuat industri elektronik nasional.
“Xiaomi telah menjadi bagian penting dalam memperkuat rantai pasok industri elektronik nasional. Pemerintah Indonesia sangat mengapresiasi komitmen Xiaomi yang terus menanamkan investasi dan mengembangkan lini produknya di Indonesia,” ujarnya dikutip dari laman Kemenperin, Kamis (16/10/2025).
Baca juga: Mata Pengemudi Terlalu Sipit, Sistem AI Mobil Xiaomi SU7 Kasih Peringatan 'Jangan Ngantuk'
Pemerintah kini mendorong Xiaomi untuk memperluas produksinya ke segmen tablet, terutama model yang sudah populer di pasar domestik.
“Kami mendorong Xiaomi agar segera menyampaikan business plan yang rinci untuk lima tahun ke depan, guna merealisasikan rencana investasi baru di Indonesia,” tambahnya.
Selain sektor elektronik, pemerintah juga membuka peluang bagi Xiaomi untuk terjun ke industri otomotif hijau. Agus menyebut, Xiaomi yang kini punya lini kendaraan listrik berperforma tinggi seperti Xiaomi SU7, bisa menjajaki peluang investasi di Indonesia.
“Kami mendorong agar Xiaomi dapat menjajaki investasi pada sektor kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Ini akan memperkaya pilihan kendaraan bagi konsumen sekaligus memperkuat ekosistem industri hijau nasional,” jelas Agus.
Sejak masuk ke pasar Indonesia, Xiaomi telah menggelontorkan investasi sekitar Rp3 triliun hingga 2025 untuk produksi smartphone, tablet, dan televisi.
Brand ini kini memegang pangsa pasar 21% di kuartal II 2025 dan terus memperkuat posisinya di industri elektronik tanah air.
Agus menegaskan, kehadiran Xiaomi memberi dampak nyata bagi perekonomian nasional.
“Investasi Xiaomi berkontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja, transfer teknologi, serta memperkuat daya saing industri elektronik nasional. Hal ini sejalan dengan visi Making Indonesia 4.0,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemenperin