INDOZONE.ID - BYD memperkuat perannya dalam mendukung transisi energi dan mobilitas berkelanjutan di Indonesia lewat partisipasi di Indonesia Infrastructure and Sustainability Forum (IISF) 2025.
Sebagai official car partner, BYD menyediakan 15 mobil listrik dan menampilkan inovasi terbaru seperti BYD Atto 1, sekaligus berbagi pandangan soal industri hijau dan pengembangan SDM lokal.
Dalam salah satu sesi tematik IISF 2025, BYD berperan sebagai panelis yang membahas arah perkembangan industri hijau di Indonesia.
Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, mengatakan kehadiran BYD di forum ini adalah bagian dari kontribusi nyata untuk mendorong kolaborasi lintas sektor.
“Kehadiran BYD dalam IISF 2025 menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung agenda pemerintah dalam mendorong transisi energi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Luther.
Ia juga menambahkan, potensi Indonesia di sektor energi bersih dan kendaraan listrik sangat besar, sehingga penting bagi industri dan ekosistem pendukung untuk beradaptasi terhadap teknologi rendah emisi.
Baca juga: BYD Atto 1 Bisa Dibawa Jalan Sejauh Apa? Simak Informasi Spesifikasi Lengkapnya di Sini!
BYD tak hanya bicara teknologi, tapi juga menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi era kendaraan listrik.
Menurut Luther, kesiapan tenaga kerja jadi faktor kunci agar Indonesia bisa lebih cepat beradaptasi dengan inovasi teknologi dan produksi berbasis energi terbarukan.
Sebagai langkah nyata, BYD Indonesia telah menggelar technology roadshow di berbagai kampus seperti Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Tujuannya adalah membuka wawasan mahasiswa tentang teknologi mobil listrik dan mencetak generasi muda yang siap berkontribusi di industri ini.
Bangun Ekosistem Mobilitas Listrik Lewat Kolaborasi
Dalam forum tersebut, BYD juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan industri untuk memperkuat fondasi mobilitas berkelanjutan di tanah air.
Menurut Luther, kolaborasi multi-sektor menjadi elemen penting agar Indonesia mampu menjadi pemain strategis dalam rantai pasok kendaraan listrik global.
“Keberhasilan transformasi ini juga sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan kemajuan teknologi,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BYD Indonesia