Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 19 OKTOBER 2025 • 12:54 WIB

Mobil Hybrid Masih Pakai Aki Mobil Nggak Sih? Ini Penjelasan dari Ahlinya Jangan Salah Kaprah

Mobil Hybrid Masih Pakai Aki Mobil Nggak Sih? Ini Penjelasan dari Ahlinya Jangan Salah KaprahIlustrasi aki mobil hybrid. (Freepik.)

INDOZONE.ID - Banyak yang mengira mobil hybrid tak lagi membutuhkan aki mobil seperti kendaraan konvensional. Faktanya, mobil hybrid dan listrik (xEV) tetap memakai aki bertegangan rendah untuk mendukung sistem elektronik seperti lampu, klakson, dan ECU.

Auto2000 menjelaskan fungsinya serta cara merawat aki agar tetap awet.

Meski mengandalkan baterai besar sebagai sumber tenaga utama, mobil hybrid (HEV) maupun mobil listrik (BEV) Toyota ternyata masih punya aki mobil bertegangan rendah, atau sering disebut auxiliary battery.

Aki ini berfungsi seperti aki pada mobil biasa: menyuplai listrik ke sistem bertegangan rendah seperti lampu, klakson, sistem audio, hingga Electronic Control Unit (ECU).

Pada mobil listrik murni (BEV), suplai daya aki berasal dari baterai utama bertegangan tinggi. Sedangkan pada mobil hybrid (HEV), sumber dayanya datang dari motor generator.

“Meskipun kendaraan elektrifikasi memiliki baterai utama bertegangan tinggi, aki 12 volt tetap penting karena berperan menyuplai daya ke sistem elektronik mobil,” jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000 dalam pernyataannya yang diterima Indozone baru-baru ini.

Cara Merawat Aki Mobil Hybrid dan Listrik

Merawat aki di mobil elektrifikasi ternyata tidak jauh berbeda dengan mobil biasa. Berikut beberapa tips dari Auto2000 agar aki tetap sehat dan sistem kelistrikan berjalan optimal.

1. Cek Level Air Aki

Khusus aki basah, pastikan air aki tidak di bawah batas minimum dan tidak melampaui batas atas. Air aki bersifat asam, jadi jika meluap bisa menyebabkan karat atau kerusakan di sekitar dudukan aki.

Baca juga: Kenapa Mobil Jadi Lebih Boros Setelah Diservis? Ini Penjelasannya

2. Periksa Dudukan dan Pengikat Aki

Aki yang longgar bisa menimbulkan getaran berlebih, mempercepat kerusakan, dan berisiko tumpah. Dalam kasus ekstrem, bisa menyebabkan korsleting hingga kebakaran.

Baca juga: Jangan Langsung Cuci Mobil Setelah Dipakai, Ini 3 Bahaya yang Mengintai!

3. Bersihkan Terminal Aki

Debu dan karat pada kepala aki dapat mengurangi daya hantar listrik. Bersihkan menggunakan sikat kawat lalu beri pelumas agar terminal tidak cepat berkarat.

4. Waspadai Aki Bocor

Jika aki bocor karena tertusuk, jatuh, atau menua, segera ganti. Aki bocor bisa menimbulkan hubungan arus pendek yang berbahaya.

5. Matikan Kelistrikan Saat Mesin Mati

Biasakan mematikan AC, lampu, dan perangkat lain sebelum mematikan mesin. Jika tidak, aki bisa terkuras perlahan dan berujung pada kesulitan menyalakan mobil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Auto 2000

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mobil Hybrid Masih Pakai Aki Mobil Nggak Sih? Ini Penjelasan dari Ahlinya Jangan Salah Kaprah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!