Sejumlah teknisi memeriksa bus pabrikan China bermerek Yutong. (ANTARA/X/Yutong Global)
INDOZONE.ID - Kekhawatiran baru terkait keamanan siber kendaraan listrik muncul di Norwegia.
Ini terjadi setelah operator transportasi publik terbesar di negara itu, Ruter, menemukan potensi celah pada bus listrik buatan Yutong, produsen kendaraan asal China.
Temuan ini memunculkan spekulasi bahwa bus tersebut bisa dikendalikan dari jarak jauh oleh pihak pembuatnya, bahkan dari ribuan kilometer jauhnya.
Laman Carscoops melaporkan bahwa dugaan ini bermula dari uji coba rahasia yang dilakukan Ruter di fasilitas tertutup miliknya.
Dalam pengujian itu, Ruter membandingkan bus buatan Belanda dengan bus Yutong asal China, dan menemukan adanya kartu SIM asal Rumania tersembunyi di dalam sistem bus Yutong.
Pihak Yutong mengklaim kartu SIM itu dipasang untuk keperluan pembaruan perangkat lunak jarak jauh (remote software update), serta pemecahan masalah teknis.
Baca juga: Era Kendaraan Listrik Dimulai: Saatnya Kota-Kota di Indonesia Bergerak Lebih Cerdas
Namun, koneksi tersebut juga secara teoritis bisa dimanfaatkan untuk menonaktifkan bus atau mengambil alih sistemnya dari luar Norwegia.
Ruter menegaskan, meskipun belum ada bukti aktivitas berbahaya, temuan ini menjadi peringatan serius mengenai potensi risiko pada kendaraan dengan konektivitas tinggi.
CEO Ruter Bernt Reitan Jenssen mengatakan lembaganya kini bergerak cepat “dari kekhawatiran ke tindakan nyata” dengan memperketat kontrol internal.
“Kami memastikan kendali penuh ada di tangan operator lokal, bukan di pabrikan,” tegas Jenssen.
Ruter telah memutus koneksi bus dari sistem cloud eksternal, membangun firewall internal, serta bekerja sama dengan otoritas nasional Norwegia untuk memperkuat perlindungan keamanan siber di sektor transportasi publik.
Untuk sementara, semua bus Yutong akan beroperasi secara offline, setelah kartu SIM dalam sistemnya dicabut agar fungsi bus tetap berjalan secara mandiri tanpa koneksi luar.
Menteri Transportasi Norwegia Jon-Ivar Nygard memuji langkah Ruter dan menegaskan pemerintah akan meninjau ulang seluruh pemasok kendaraan listrik luar negeri, terutama yang berasal dari negara di luar aliansi keamanan Norwegia (NATO).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA