INDOZONE.ID - Bagi pengendara motor, helm adalah perlengkapan wajib yang tak hanya melengkapi tampilan, tapi juga menjadi pelindung utama kepala dari benturan. Namun, apakah helm bisa kedaluwarsa?
Berikut cara mengenali helm kedaluwarsa dan tips merawatnya agar tetap aman digunakan.
Helm Full Face. (Instagram/@haraldarkan)
Helm memiliki masa berlaku atau umur penggunaan tertentu, biasanya sekitar lima tahun sejak tanggal produksinya.
Beberapa produsen bahkan menyarankan untuk menggantinya lebih cepat jika helm sering digunakan setiap hari.
Faktor seperti panas matahari, hujan, keringat, hingga benturan ringan bisa mempercepat kerusakan bahan pelindung di dalam helm.
Helm yang terlihat bagus dari luar belum tentu masih aman. Lapisan pelindung dan busa di dalamnya bisa mengeras, kempes, atau bahkan retak karena usia dan paparan suhu ekstrem.
Akibatnya, kemampuan helm dalam menyerap benturan pun menurun, sehingga perlindungan kepala menjadi tidak maksimal.
Kamu bisa mengenali helm yang sudah kedaluwarsa dari beberapa tanda sederhana. Misalnya, busa di bagian dalam terasa longgar, mengeras, atau sudah kehilangan bentuk aslinya.
Selain itu, lapisan EPS (Expanded Polystyrene) yang retak menjadi pertanda bahwa struktur helm sudah tidak bisa lagi menyerap benturan dengan baik.
Baca juga: 6 Tanda Helm Harus Segera Diganti, Kamu Harus Tahu!
Tanda lain yang perlu diperhatikan adalah visor yang mulai buram, mekanisme pengunci yang longgar, serta bau tidak sedap yang tidak hilang meski sudah dicuci.
Bahkan, cat luar yang mulai mengelupas atau terasa rapuh juga bisa menjadi indikasi bahwa helm sudah melewati masa berlaku helm dan perlu segera diganti.
Mengetahui cara mengenali helm kedaluwarsa sangat penting agar kamu bisa menggantinya tepat waktu.
Setiap helm biasanya memiliki kode produksi yang menunjukkan bulan dan tahun pembuatannya.
Kode ini bisa ditemukan di bagian tali pengikat, busa, atau stiker di dalam helm. Misalnya, jika helm dibuat pada tahun 2020, maka idealnya diganti pada tahun 2025.
Baca juga: 7 Tips Memilih Helm Motor yang Tepat: Nyaman dan Aman untuk Rider Sejati!
Selain memperhatikan tanggal produksi, kamu juga harus mempertimbangkan frekuensi pemakaian. Helm yang digunakan setiap hari akan lebih cepat aus dibandingkan helm cadangan yang jarang dipakai.
Penyimpanan pun berpengaruh besar dan hindari meninggalkan helm di motor di bawah terik matahari karena panas dapat memperpendek masa berlaku helm.
Agar helm tetap awet dan fungsional, lakukan perawatan rutin. Cuci busa bagian dalam setiap beberapa minggu, lalu keringkan di tempat teduh. Hindari menjemur langsung di bawah matahari karena suhu panas dapat membuat bahan helm mengeras dan retak.
Gunakan kain lembut saat membersihkan visor untuk mencegah goresan, dan semprotkan cairan pembersih khusus agar bagian dalam tetap segar. Hindari juga meletakkan helm di tempat bersuhu tinggi seperti dekat knalpot atau di atas tangki bensin.
Jika helm pernah terjatuh keras, sebaiknya segera diganti meski tidak tampak rusak. Ingat, masa berlaku helm tidak hanya ditentukan oleh usia, tetapi juga oleh cara penggunaan dan perawatan sehari-hari.
Jadi, apakah helm bisa kedaluwarsa? Jawabannya jelas iya. Setiap helm memiliki masa pakai yang terbatas dan perlu diperhatikan dengan baik demi keselamatan berkendara.
Dengan memahami cara mengenali helm kedaluwarsa dan merawatnya secara rutin, kamu bisa memastikan helm tetap aman dan nyaman dipakai setiap kali berkendara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Augustman.com