Kantor pusat Xpeng di China. (Dok. Xpeng)
INDOZONE.ID - Xpeng XPENG baru saja menggelar XPENG AI Day 2025 di Guangzhou dan memperkenalkan sederet inovasi Physical AI. Mulai dari mobil terbang, robot humanoid, hingga taksi tanpa pengemudi.
Di ajang Xpeng AI Day 2025 bertema “Emergence”, perusahaan otomotif asal Tiongkok ini memperlihatkan masa depan transportasi.
Dua inovasi ini dikembangkan oleh Xpeng ARIDGE dan Xpeng sendiri sebagai bagian dari ekosistem Physical AI. Mobil terbangnya hadir dalam dua model, yakni Land Aircraft Carrier dan A868 tiltrotor, yang mampu beroperasi di udara dan darat.
Pabrik massalnya bahkan sudah beroperasi di Guangzhou dengan kapasitas produksi 10.000 unit per tahun. Xpeng juga bekerja sama dengan Pemerintah Kota Dunhuang untuk membuka rute wisata udara pertama di China pada 2026.
Selain mobil terbang, Xpeng juga memperkenalkan Robotaxi sepenuhnya tanpa pengemudi yang dikembangkan dengan teknologi full-stack buatan sendiri.
Kendaraan ini mengandalkan empat chip Turing AI dengan daya komputasi mencapai 3000 Tera Operations Per Second (TOPS). Uniknya, Robotaxi Xpeng tak memakai LiDAR sama sekali, semuanya berbasis sistem penglihatan murni, mirip cara manusia mengenali lingkungan.
Dengan kemampuan ini, Robotaxi Xpeng bisa melaju di berbagai kondisi jalan tanpa campur tangan manusia, menjadikannya salah satu tonggak penting menuju era transportasi otonom yang benar-benar nyata.
Baca juga: Xpeng Resmikan Dealer Flagship di Pondok Indah, Tawarkan Layanan Premium EV
Selain fokus di transportasi udara dan darat, Xpeng juga memperkenalkan Next-Gen IRON, robot humanoid generasi baru dengan 82 derajat kebebasan dan desain menyerupai tubuh manusia.
Robot ini dibekali baterai solid-state pertama di industri, dan ditargetkan mulai diproduksi massal pada akhir 2026. Nantinya, IRON akan digunakan di sektor industri dan layanan publik, membuka peluang baru untuk integrasi AI di dunia kerja nyata.
Robot Humanoid IRON Xpeng. (Dok. Xpeng)
Semua inovasi ini ditenagai oleh model besar terbaru XPENG VLA 2.0, yang membawa paradigma “Vision–Implicit Token–Action”.
Model ini dirancang untuk memahami dunia fisik dan belajar secara mandiri. Ia bisa diterapkan di berbagai platform seperti mobil AI, robot humanoid, dan mobil terbang. Dengan dukungan cloud computing cluster berisi 30.000 GPU dan model berparameter 72 miliar, XPENG bisa memperbarui sistemnya setiap lima hari.
Menariknya, Xpeng juga akan membuka akses open-source untuk mitra global. Volkswagen bahkan sudah menjadi pelanggan pertama yang mengadopsi model ini serta menominasikan chip Xpeng Turing AI untuk sistemnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Xpeng Indonesia