Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 19 DESEMBER 2025 • 11:00 WIB

Buzzer Bikin Review Jelek Mobil Listrik, China Bongkar Operasi Terorganisir Konten Negatif

Buzzer Bikin Review Jelek Mobil Listrik, China Bongkar Operasi Terorganisir Konten NegatifKepolisian Yantai, China, menangkap salah satu otak buzzer yang memproduksi konten review jelek mobil listrik. (Dok. Kepolisian Yantai/Carnewschina)

INDOZONE.ID - Kepolisian China di Yantai mengungkap operasi online terorganisir alias buzzer, yang sengaja memproduksi dan menyebarkan konten negatif soal industri otomotif, khususnya mobil listrik.

Targetnya para pelaku adalah produsen mobil listrik, yakni Xiaomi, Harmony Intelligent Mobility Alliance (Huawei), dan Li Auto.

Kasus ini mencuat setelah para produsen mobil tersebut melayangkan pengaduan resmi.

Sejak Juli, mereka mencatat lonjakan konten negatif yang dinilai terkoordinasi dan merusak reputasi merek.

Polisi China Tangkap 12 Orang

Melansir Carnewschina, penyelidikan berlangsung selama empat bulan. Hasilnya, polisi China menangkap 12 tersangka, menyita lebih dari 1 juta yuan (sekitar Rp2,2 miliar), dan menutup lebih dari 8.000 akun online.

Pengumuman ini disampaikan langsung lewat akun resmi media sosial Keamanan Publik Yantai. Aparat menyebut aktivitas tersebut mengganggu operasional bisnis di sektor kendaraan energi baru China.

Bukan Keluhan Konsumen Biasa
Menurut polisi, konten yang beredar bukan sekadar opini konsumen. Ada pola yang jelas dan berulang.

Beberapa unggahan sengaja memelintir informasi publik untuk mendiskreditkan produsen mobil. Ada juga akun yang memalsukan identitas konsumen, lengkap dengan cerita kepemilikan kendaraan yang ternyata fiktif.

Konten-konten ini lalu disalin, ditulis ulang, dan diperbesar skalanya. Kasus kecil dikemas ulang menjadi artikel panjang atau video pendek agar viral.

Jejak Kelompok Influencer Bayaran

Dari lebih dari 3.000 artikel negatif yang dianalisis, polisi menemukan pola mencurigakan. Akun-akun tersebut rata-rata baru dibuat, aktivitasnya tidak wajar, dan alamat IP tersebar luas.

Ciri ini mengarah pada praktik yang di China dikenal sebagai kelompok pengaruh online berbayar alias buzzer jika di Indonesia. Tujuannya simpel: mendulang trafik dan uang dari keterlibatan platform digital.

AI Dipakai untuk Produksi Konten Massal

Investigasi juga menemukan penggunaan alat teknis canggih. Kelompok ini memanfaatkan kata kunci populer seperti Xiaomi, Huawei, dan Li Auto untuk menjaring perhatian.

Polisi menyebut kecerdasan buatan (AI) digunakan untuk memproduksi konten berkualitas rendah secara massal. Konten ini bersifat repetitif, dangkal, dan dibuat semata untuk menghasilkan pendapatan iklan.

Penelusuran Data hingga Transaksi Keuangan

Untuk mengamankan bukti, penyidik menelaah lebih dari 80.000 informasi daring dan 100.000 catatan transaksi keuangan. Dari sini, struktur organisasi, pembagian peran, hingga alur kerja kelompok berhasil dipetakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Carnewschina

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Buzzer Bikin Review Jelek Mobil Listrik, China Bongkar Operasi Terorganisir Konten Negatif

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!