INDOZONE.ID - Geely kembali menunjukkan keseriusannya di industri otomotif global. Bukan cuma soal desain dan teknologi, pabrikan asal China ini kini semakin menegaskan komitmennya terhadap aspek keselamatan kendaraan.
Lewat peresmian Geely Safety Centre terbaru, Geely resmi menghadirkan fasilitas pengujian keselamatan otomotif terbesar dan tercanggih di dunia, yang berlokasi di Ningbo, China.
Langkah ini menjadi tonggak penting bagi Geely, apalagi di tengah transformasi industri otomotif yang kian mengarah ke kendaraan listrik dan mobil cerdas. Keselamatan kini bukan lagi sekadar memenuhi standar, tapi menjadi bagian inti dari pengembangan produk sejak tahap awal.
Geely Safety Centre berdiri di atas lahan seluas 45.000 meter persegi dengan investasi awal lebih dari RMB 2 miliar atau setara Rp4,7 triliun.
Fasilitas ini dirancang sebagai pusat pengujian dan pengembangan keselamatan yang mencakup seluruh kebutuhan kendaraan modern, mulai dari mobil konvensional hingga kendaraan listrik dan cerdas.
Secara global, jaringan Geely Safety Centre telah mencatat lima rekor dunia keselamatan otomotif.
Baca juga: Geely EX2 Laris Manis Sepanjang GJAW 2025, Siap Jadi Mobil Listrik Laris di Jalan Raya!
Salah satunya sebagai ekosistem laboratorium keselamatan otomotif terbesar di dunia dengan total luas mencapai lebih dari 81.900 meter persegi.
Angka ini menegaskan skala dan keseriusan Geely dalam mengembangkan teknologi keselamatan.
Eksterior mewah dari Geely Starray Em-i terbaru. (Geely)
Geely Safety Centre terbaru dibekali berbagai fasilitas yang sulit ditandingi. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah lintasan uji tabrak dalam ruangan terpanjang di dunia dengan panjang mencapai 293 meter.
Fasilitas ini memungkinkan simulasi tabrakan berkecepatan tinggi dengan tingkat presisi yang sangat detail.
Baca juga: Mengulik Spesifikasi Geely EX2 yang Resmi Hadir di GJAW 2025, Langsung Dikerubungi Pengunjung!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release