Ilustrasi fenomena aquaplaning. (Auto2000)
INDOZONE.ID - Memasuki penghujung tahun 2025, curah hujan yang tinggi sering kali berbarengan dengan momen liburan keluarga. Bagi kamu yang berencana melakukan perjalanan jauh melewati jalan tol, ada satu ancaman serius yang mengintai saat melintasi aspal basah, yaitu Aquaplaning.
Fenomena ini terjadi ketika ban mobil kehilangan traksi atau cengkeraman pada permukaan jalan karena terhalang oleh lapisan air. Saat terjadi aquaplaning, mobil kamu seolah-olah "melayang" di atas air, sehingga kemudi terasa sangat ringan dan rem tidak berfungsi dengan normal.
Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan mobil tergelincir atau berputar tanpa kendali. Untuk menjaga keselamatan kamu dan keluarga, mari kenali lima penyebab utama aquaplaning di jalan tol yang wajib kamu waspadai berikut ini.
Ilustrasi speedometer mobil. (Astra Otoshop)
Faktor utama yang memicu terjadinya aquaplaning adalah kecepatan. Semakin cepat kamu memacu mobil di tengah hujan, semakin sedikit waktu yang dimiliki oleh alur ban untuk membuang air dari permukaan aspal. Akibatnya, air akan berkumpul di bawah ban dan membentuk lapisan tipis yang mengangkat mobil dari jalan.
Saat hujan deras, sebaiknya kamu segera menurunkan kecepatan hingga di bawah 60-70 km/jam, tergantung pada intensitas hujan. Dengan berkendara lebih lambat, ban memiliki kesempatan lebih besar untuk membelah genangan air dan tetap menapak sempurna pada aspal.
Ilustrasi ban mobil. (Freepik)
Ban mobil dirancang dengan alur atau kembangan yang berfungsi sebagai jalur pembuangan air. Jika kondisi ban kamu sudah gundul atau melewati batas indikator keausan (TWI), maka air tidak memiliki tempat untuk mengalir keluar. Hal ini akan mempercepat terjadinya efek melayang di atas air meskipun genangannya tidak terlalu dalam.
Baca juga: Mau Liburan? Ini Jenis Ban Mobil Terbaik yang Cocok Digunakan untuk Pergi Jarak Jauh!
Sebelum berangkat liburan, pastikan kamu mengecek ketebalan ban. Ban yang sudah tipis akan sangat rawan mengalami selip saat melewati genangan air di jalan tol yang biasanya cukup luas. Jangan memaksakan bepergian jauh dengan ban yang sudah tidak layak pakai demi keselamatan nyawa.
Ilustrasi pemeriksaan tekanan ban Goodyear (Dok.Goodyear)
Banyak yang salah kaprah bahwa ban yang sedikit kempis akan memberikan cengkeraman lebih baik di musim hujan. Faktanya, ban yang kurang tekanan angin justru lebih mudah mengalami aquaplaning.
Ban yang kempis akan mengalami perubahan bentuk pada bagian tengah tapaknya, sehingga luas permukaan yang menempel pada jalan menjadi tidak optimal untuk membuang air.
Baca juga: Penyebab Tekanan Angin Ban Kendaraan Cepat Berkurang, Simak Selengkapnya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000