Ilustrasi motor bekas. (olx.co.id)
INDOZONE.ID - Tips membeli motor bekas agar aman dan terhindar dari kerugian menjadi suatu hal yang perlu diketahui.
Membeli motor bekas menjadi pilihan bagi banyak orang, baik karena keterbatasan dana maupun karena harganya lebih terjangkau. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, karena motor yan akan dibeli bukan barang baru.
Membeli motor bekas membutuhkan ketelitian supaya tidak menyesal di kemudian hari. Berikut Indozone lampirkan tips membeli motor bekas agar aman dan terhindar dari kerugian:
Baca juga: Jangan Tertipu Tampilan, Ini 7 Ciri Motor Bekas Pernah Tabrakan
Sebelum membeli motor bekas, pastikan untuk memeriksa seluruh bagian motor, terutama kondisi mesin. Nyalakan motor dan dengarkan suara mesinnya, periksa tarikan gas, dan amati asap dari knalpot. Jika suara mesin terdengar aneh atau kasar, bisa jadi terdapat masalah pada klep atau seher.
Jangan lupa untuk cek juga jumlah oli dalam mesin. Oli yang berlebihan kadang digunakan untuk menutupi suara mesin yang kasar.
Lakukan juga test drive pada motor bekas yang ingin dibeli, periksa kembali terdapat kebocoran pada oli atau tidak. Tips sederhana ini sangat penting untuk menilai kualitas mesin motor bekas.
Baca juga: 5 Tips Beli Motor 2 Tak Bekas yang Perlu Kamu Kuasai, Wajib Periksa Detail Luar dan Dalam!
Motor yang sudah lebih dari lima tahun biasanya menunjukkan tanda karat di tangki. Maka perlu diperhatikan juga kondisi bensin, jika keruh kemungkinan motor jarang digunakan. Hal ini dapat memengaruhi performa dari motor.
Bagi motor bebek, periksa pelindung gigi. Jika terasa sulit digerakkan, kemungkinan kampas kopling perlu diganti.
Selain itu, periksa gasket dan baut mesin untuk memastikan apakah pernah dibuka atau turun mesin.
Baca juga: 5 Tips Beli Motor Kopling Bekas yang Wajib Banget Jadi Bahan Pertimbangan, Jangan Sampai Nyesal!
Hal penting sebelum membeli motor bekas adalah dengan periksa kondisi ban. Ban motor yang aus masih dapat diganti, tetapi bisa menjadi bahan negosiasi harga.
Hal yang sama berlaku untuk rem cakram, shock breaker depan dan belakang, serta komponen suspensi lainnya. Jangan terpaku pada speedometer yang rendah, karena kondisi fisik motor lebih menentukan performanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Astra-honda.com