Motor Kawasaki Ninja 150 RR (kawasaki-motor.co.id) (kawasaki-motor.co.id)
INDOZONE.ID - Tren motor 2 tak di tahun 2026 semakin menjadi-jadi. Bukan lagi sekadar alat transportasi, motor-motor seperti Kawasaki Ninja 150, Yamaha RX-King, hingga Satria 120 kini sudah menjadi barang koleksi dengan harga yang terus meroket.
Namun, membeli motor 2 tak bekas tidak semudah membeli motor matic keluaran terbaru. Karena usianya yang rata-rata sudah di atas 10 tahun, risiko mendapatkan unit yang "lelah" atau hasil modifikasi asal-asalan sangatlah besar.
Agar kamu tidak tertipu dan berakhir dengan biaya restorasi yang membengkak, berikut adalah 5 tips wajib saat memeriksa motor 2 tak incaranmu.
Ilustrasi servis motor. (Freepik/ArthurHidden)
Saat tiba di lokasi penjual, pastikan mesin motor dalam keadaan dingin. Jangan ragu untuk meraba blok mesin untuk memastikannya. Mesin yang dingin adalah, cara terbaik untuk mengetahui kesehatan mesin yang sebenarnya.
Motor 2 tak yang sehat, harus mudah dinyalakan (maksimal 2 kali kick starter) meski belum dipanaskan.
Jika penjual sudah memanaskan mesin sebelum kamu datang, ada kemungkinan motor tersebut sulit hidup atau memiliki suara kasar yang ingin disembunyikan.
Ilustrasi Mesin Motor (Freepik.com @ASphotofamily) (Freepik.com @ASphotofamily)
Setelah mesin hidup, dengarkan suara yang keluar dari area blok silinder. Motor 2 tak memang berisik, namun ada perbedaan antara suara khas 2 tak dengan suara kerusakan.
Jika terdengar suara "kemrecek" atau benturan logam yang tajam, kemungkinan besar ring piston sudah lemah atau dinding silinder sudah baret.
Pastikan juga blok mesin masih standar (belum oversize terlalu besar atau hasil sok-sokan), karena ini sangat berpengaruh pada performa dan nilai investasi ke depannya.
Ilustrasi servis motor. (Yamaha Indonesia)
Jantung pertahanan motor 2 tak ada pada oli samping. Pastikan pompa oli samping masih berfungsi normal dan jalurnya tidak tersumbat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Honda Cengkareng