Iring-iringan Media Test Drive BYD Atto 1 2025. (Doc: BYD Indonesia)
INDOZONE.ID - Tren mobil listrik mungil, kini mulai merambah ke pasar Indonesia melalui kehadiran BYD Atto 1 yang belakangan ini sedang ramai dijumpai di jalanan.
Dengan desainnya yang futuristik dan dimensinya yang ringkas, banyak calon pembeli yang bertanya-tanya, apakah mobil listrik sekecil ini sanggup dan layak dibawa mudik melintasi Tol Transjawa?
Mengingat rute Transjawa memiliki karakteristik jalan yang lurus panjang dengan fasilitas SPKLU yang masih dalam tahap pengembangan, ada beberapa poin krusial yang perlu kamu pertimbangkan.
Sebelum nekat membawa BYD Atto 1 pulang kampung, simak 3 hal penting berikut ini!
Sederet BYD Atto 1 dengan berbagai tipe. (INDOZONE/Dwi Ajie)
BYD Atto 1 dirancang sebagai city car yang efisien. Di atas kertas, mobil ini biasanya memiliki daya jelajah antara 300 hingga 400 km dalam sekali pengisian penuh (tergantung varian baterai).
Meskipun angka ini terlihat cukup untuk perjalanan Jakarta-Cirebon atau Jakarta-Bandung, kondisi di jalan tol akan sangat berbeda.
Berkendara di kecepatan tinggi secara konstan (80–100 km/jam) di Tol Transjawa, akan membuat konsumsi baterai jauh lebih boros dibandingkan berkendara di dalam kota yang sering melakukan pengereman (regenerative braking).
Kamu harus benar-benar menghitung jarak antar Rest Area yang memiliki fasilitas Ultra Fast Charging agar tidak terjebak dalam kondisi "baterai kritis" di tengah jalan.
Walaupun mungil, BYD Atto 1 Dynamic punya bagasi yang luas. (https://www.byd.com/id)
Mudik identik dengan membawa banyak barang bawaan. Mulai dari koper pakaian, hingga oleh-oleh untuk keluarga di kampung.
Sebagai mobil listrik kelas entry-level dengan dimensi ringkas, BYD Atto 1 memiliki ruang bagasi yang terbatas.
Jika kamu mudik bersama keluarga yang terdiri dari 4 orang dewasa, ruang kabin mungkin akan terasa sempit jika ditambah tumpukan barang.
Kamu harus sangat selektif dalam mengepak barang, atau mempertimbangkan pemasangan roof box dengan catatan, roof box akan menambah hambatan angin, dan semakin mengurangi efisiensi baterai.
Pastikan kenyamanan penumpang tetap terjaga agar perjalanan panjang tidak terasa melelahkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BYD Indonesia