BYD Atto 1 dibekali dengan tiga mode berkendara yang bisa disesuaikan. (Doc: BYD Indonesia)
INDOZONE.ID - Di tengah fluktuasi harga energi pada April 2026, efisiensi bahan bakar menjadi prioritas utama bagi setiap pemilik kendaraan. Menariknya, hemat BBM bukan hanya soal kecanggihan teknologi mobil yang kamu kendarai, melainkan kombinasi antara kesehatan mesin dan perilaku kamu di balik kemudi.
Pembalap rali legendaris Indonesia, Rifat Sungkar, menekankan bahwa kunci utama efisiensi terletak pada bagaimana kita memperlakukan kendaraan sebagai satu kesatuan sistem yang optimal.
Rifat membagikan perspektif bahwa setiap tetes bahan bakar sangat bergantung pada keputusan pengemudi dalam mengelola tenaga mesin. Berikut adalah 5 tips berkendara hemat BBM ala Rifat Sungkar yang sangat penting untuk kamu terapkan.
Ilustrasi mesin mobil. (Pexels/rawpixel)
Kesehatan mesin merupakan fondasi utama dari efisiensi. Menurut Rifat, mesin yang dalam kondisi "capek" atau tidak terawat akan bekerja jauh lebih berat dan mengonsumsi lebih banyak bahan bakar dibandingkan mesin yang prima.
Performa mesin yang optimal sangat dipengaruhi oleh penggunaan pelumas yang tepat, kebersihan filter bahan bakar, serta sistem pengapian yang terjaga seperti kondisi busi yang masih bagus.
Meskipun mobil modern saat ini sudah sangat canggih, perawatan berkala pada komponen injektor tetap diperlukan agar proses pembakaran tetap berada di titik paling efisien.
Ilustrasi terjebak kerumunan massa saat mengemudi mobil. (Dok. Auto200)
Faktor terbesar kedua yang menentukan keborosan BBM adalah perilaku pengemudi itu sendiri. Gaya berkendara yang sering melakukan pengereman dan akselerasi secara mendadak atau stop-and-go yang tidak perlu sangat menguras energi.
Baca juga: Berkendara Aman, Fitra Eri Mampir ke Posko Mudik Rest Area 57 untuk Cek Ban hingga Main PS 5
Rifat sangat menyarankan gaya berkendara yang halus dan mengalir (flowing) saat menginjak pedal gas. Dengan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, kamu bisa meminimalisir penggunaan rem yang berlebihan dan menjaga momentum kendaraan agar tetap stabil, yang secara langsung akan menghemat konsumsi bensin secara signifikan.
Ilustrasi speedometer mobil. (Astra Otoshop)
Prinsip dasar efisiensi yang dibagikan Rifat adalah bagaimana mencapai kecepatan setinggi mungkin namun dengan putaran mesin (RPM) serendah mungkin.
Semakin tinggi RPM yang kamu gunakan, semakin besar pula energi yang dibakar oleh mesin. Bagi kamu pengguna mobil otomatis, sistem gearbox sebenarnya sudah dirancang untuk mencari titik efisiensi terbaik secara mandiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release