Ilustrasi jalan tol saat lebaran. (Dok Jasa Marga).
INDOZONE.ID - Tradisi mudik selalu membawa dinamika perjalanan yang unik sekaligus menantang. Lonjakan volume kendaraan dan kepadatan arus lalu lintas tak jarang menguji ketenangan setiap pengemudi di balik kemudi.
Di tengah situasi ini, menjunjung tinggi etika berkendara di jalan tol menjadi kunci utama demi menjamin keselamatan bersama.
Salah satu hambatan yang sering memicu ketersendatan adalah fenomena lane hogging, kebiasaan mengemudi statis di lajur kanan tanpa niat menyalip.
Perilaku ini bukan hanya menghambat kendaraan yang lebih cepat, tapi juga berisiko memicu konflik horizontal antar-pengemudi.
Baca juga: NMAX Turbo Punya Fitur Touring yang Bikin Mudik Lebaran Makin Mudah, Apa Aja Tuh?
Mari simak strategi cerdas berikut agar kita bisa menghindari kebiasaan tersebut dan mewujudkan perjalanan mudik yang lebih tertib serta nyaman!
Sesuai regulasi lalu lintas, lajur kanan pada jalan tol secara eksklusif diperuntukkan sebagai jalur mendahului.
Sangat tidak disarankan untuk menetap di lajur ini dalam durasi yang lama, terutama jika ada kendaraan lain dengan kecepatan lebih tinggi di belakang kamu.
Tindakan menetap di lajur kanan tanpa urgensi menyalip hanya akan menciptakan sumbatan arus (bottleneck).
Begitu proses mendahului tuntas, segeralah kembali ke lajur tengah atau kiri guna menjaga ritme lalu lintas tetap stabil.
Kedisiplinan dalam memfungsikan tiap lajur adalah kunci utama terciptanya perjalanan tol yang efisien dan minim hambatan.
Kesadaran terhadap situasi lalu lintas di belakang kendaraan merupakan bagian terpenting dari etika berkendara di jalan tol.
Penggunaan rear view mirror secara berkala membantu memahami situasi di sekitar kendaraan, terutama ketika berada di lajur kanan.
Melalui kebiasaan ini, pengemudi dapat mengetahui apakah ada kendaraan lain yang ingin melaju lebih cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wuling Motors Indonesia