Ilustrasi heat pump di mobil listrik (magnific.com)
INDOZONE.ID - Penggunaan mobil listrik terus berkembang, dan semakin banyak fitur baru yang ikut diperkenalkan. Salah satunya adalah heat pump, teknologi yang sering disebut bisa bikin mobil lebih efisien, tapi masih belum banyak dipahami.
Heat pump adalah sistem yang memindahkan panas dari satu bagian ke bagian lain. Di mobil listrik, panas yang diambil bisa berasal dari baterai atau udara sekitar, lalu digunakan untuk menghangatkan kabin.
Dengan cara ini, mobil tidak perlu mengandalkan pemanas listrik biasa yang menyedot daya besar dari baterai. Hasilnya, konsumsi energi jadi lebih hemat.
Beberapa mobil juga sudah mendukung fitur pemanasan kabin dari jarak jauh. Jadi, sebelum masuk mobil, suhu di dalam sudah nyaman.
Heat pump bekerja menggunakan kompresor dan cairan khusus (refrigeran). Cairan ini bisa menyerap panas, lalu melepaskannya di tempat lain.
Baca juga: Tesla Pamer Teknologi FSD, Mobil Melaju 580 Km Tanpa Intervensi Pengemudi
Alurnya kira-kira seperti ini:
Menariknya, sistem ini juga bisa bekerja sebaliknya. Saat suhu terlalu tinggi, heat pump membantu mendinginkan baterai agar tetap optimal.
Meski tetap butuh energi untuk menjalankan kompresor, konsumsi dayanya jauh lebih kecil dibanding pemanas listrik biasa.
Pada mobil bensin atau diesel, panas dari mesin sudah cukup untuk menghangatkan kabin. Jadi, teknologi seperti heat pump tidak terlalu dibutuhkan.
Sementara di mobil listrik, panas yang dihasilkan sangat minim. Tanpa heat pump, pemanas kabin akan mengambil energi langsung dari baterai, yang bisa mengurangi jarak tempuh.
Ilustrasi teknologi heat pump (magnific.com)
Beberapa keuntungan yang paling terasa antara lain:
Dalam kondisi tertentu, efisiensi jarak tempuh bisa meningkat sekitar 10 persen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Autoexpress.co.uk