INDOZONE.ID - Selama ini banyak orang yang menganggap remeh microsleep saat menyetir mobil karena merasa bisa menahan ngantuk, buru-buru, atau sedang melakukan perjalanan jauh.
Faktanya, microsleep dapat datang tiba-tiba secara tak terduga. Untuk menghindari bahaya dan resiko yang bisa berakibat fatal karena microsleep, sangat penting untuk tidur secara berkualitas.
Microsleep adalah kondisi disorientasi antara terjaga dan tidur secara tiba-tiba terjadi pada waktu 1-2 detik.
Baca Juga: Kenali Bahaya Microsleep saat Nyetir Mobil dan Cara Pencegahannya
Adapun penyebab microsleep dapat terjadi saat menyetir mobil, yaitu:
Kekurangan Tidur
Kurangnya tidur atau tidur kurang dari 7 jam sehari dapat meningkatkan risiko microsleep karena bagian thalamus yang mengatur sistem gerakan dan sensor otak sementara tidak berfungsi dengan baik, menyebabkan terjadi serangan tidur dan tertidur tanpa sengaja.
Selain itu, jika berlangsung terus menerus dapat menyebabkan kenaikan berat badan, depresi, stroke, dan penurunan kemampuan belajar.
Gangguan Tidur Ritme Sirkadian
Tidur larut dan bangun larut dapat berdampak negatif pada tubuh, misalnya terjadi perubahan hormonal, lemas karena tidur yang tidak cukup.
Misalnya, tidur pada jam 4 pagi dan bangun pada siang hari tidak sebaik tidur pada jam10 malam dan bangun pada jam 6 pagi.
Sindrom Fase Tidur Tertunda
Tertundanya tidur dapat menyebabkan otak menjadi bingung dan memburuk. Secara normal otak kita dapat mengingat waktu tidur dan membuat kita merasa mengantuk pada waktu yang tepat.
Mengubah waktu tidur secara berulang akan membuat anda sulit untuk tertidur, menyebabkan Anda tidur lebih sedikit dan tidak cukup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bangkok International Hospital