INDOZONE.ID - Bos Xiaomi, Lei Jun, memuji sistem Full Self-Driving (FSD) Tesla setelah mobil Model Y sukses berkendara ke rumah pelanggan tanpa pengemudi. Ia menyebut Tesla luar biasa dan mengakui bahwa Xiaomi masih perlu banyak belajar dari raksasa otomotif asal AS tersebut.
"Tesla memang luar biasa. Tesla telah memimpin tren industri di banyak bidang, terutama FSD (Full Self-Driving). Kami masih harus banyak belajar," tulis Lei Jun saat me-repost unggahan Wakil Presiden Tesla, Tao Lin, yang menunjukkan pengiriman perdana Model Y secara otonom.
Tao Lin sebelumnya menyebutkan bahwa Model Y berjalan sendiri sejauh sekitar 24 kilometer dari pabrik Tesla di Austin, AS, ke rumah pemiliknya.
“Tanpa pengemudi, tanpa kendali jarak jauh, melaju hingga 115 km/jam sebelum tiba dengan selamat di depan pintu rumah pelanggan,” tulisnya dikutip dari Carnewschina, Minggu (6/7/2025).
Momen ini langsung disebut sebagai tonggak sejarah oleh Elon Musk. Ia menyebutnya sebagai pengiriman kendaraan pertama di dunia yang benar-benar otonom.
Cuma Gimmick Marketing?
Di China, pujian antar pesaing seperti ini bukan hal aneh. Strategi ini sering dianggap sebagai bagian dari marketing gerilya, sekaligus menunjukkan rasa hormat, tapi tetap kompetitif. Istilah “frenemies” sering dipakai saat CEO antar perusahaan saling puji atau bercanda satu sama lain di depan publik.
Contohnya, William Li (Nio) dan He Xiaopeng (Xpeng) sempat bertaruh soal pengiriman mobil di tahun 2018. Li menang taruhan tersebut. Tahun lalu, keduanya kembali ‘beradu’ saat Li menguji baterai semi-solid state milik Xpeng dengan jarak tempuh 1.000 km, dan He menawarkan diskon MPV X9 untuk perjalanan itu.
Namun, Lei Jun tampaknya membawa budaya ini ke level yang berbeda. Ia dikenal terbuka memuji pesaingnya. Mulai dari Nio, Li Auto, Great Wall Motor, hingga Tesla. Ia bahkan rutin mengundang CEO pesaing ke acara peluncuran mobil Xiaomi.
Sebelum memuji FSD Tesla, Lei Jun juga sempat mengapresiasi teknologi battery-swap milik Nio. Baru-baru ini, ia mengucapkan selamat ulang tahun ke-35 untuk Great Wall Motor dan ke-10 untuk Li Auto.
Xiaomi Tantang Tesla lewat YU7
Sementara itu, Xiaomi baru saja meluncurkan SUV YU7 pada 26 Juni. Mobil ini dianggap jadi pesaing Model Y milik Tesla. Respons pasar luar biasa. Ada 289.000 pesanan masuk dalam satu jam, dan 240.000 di antaranya sudah mengunci pembayaran dalam waktu 18 jam.
Baca juga: Mata Pengemudi Terlalu Sipit, Sistem AI Mobil Xiaomi SU7 Kasih Peringatan 'Jangan Ngantuk'
YU7 dilengkapi dengan sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS) bernama Xiaomi Assisted Driving Pro, didukung oleh chip Nvidia Drive AGX Thor dengan kemampuan 700 TOPS (trillion operations per second). Tapi sejauh ini, beberapa pengulas menilai performa sistemnya masih "cukup konservatif".
Berbeda dari FSD milik Tesla yang jadi fitur opsional, Xiaomi memilih menyematkan fitur ADAS ini sebagai standar di semua modelnya. Sebenarnya fitur ini sudah biasa di mobil listrik buatan China.
Model Y Masih Jadi Andalan Tesla di China
Meski banyak pesaing baru bermunculan, Model Y tetap jadi tulang punggung penjualan Tesla di pasar domestik. Pada 2024, Tesla mencatat pengiriman 480.309 unit Model Y di China atau setara 74,6% dari total penjualan lokal.
Tapi tekanan mulai terasa. Data Januari–Mei 2025 menunjukkan penjualan Model Y di China turun 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Persaingan dengan model-model baru seperti Xpeng G6, Deepal S7, Zeekr 7X, BYD, hingga Onvo L60 makin memanas.
Dengan peluncuran YU7, Xiaomi kini resmi masuk ke ring tinju yang sama. Meski Lei Jun masih menyebut Tesla sebagai panutan, tapi yang pasti Xiaomi tak hanya ingin jadi penonton.
Baca juga: Baru Rilis, Xiaomi YU7 Max Diterpa Isu Kampas Rem Terbakar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Carnewschina