Selasa, 08 JULI 2025 • 11:50 WIB

Awas, Ini 5 Bahaya Aquaplaning yang Mengintai Pengendara di Musim Hujan yang Harus Kamu Pahami!

Author

Berkendara Aman di Musim Hujan (pexels.com)

INDOZONE.ID - Musim hujan datang lagi, dan itu artinya kamu harus ekstra hati-hati saat berkendara, terutama ketika melewati jalanan basah atau tergenang air. Salah satu risiko paling berbahaya yang kerap diabaikan oleh pengemudi adalah aquaplaning, atau yang juga dikenal sebagai hydroplaning.

Aquaplaning adalah kondisi saat ban mobil kehilangan traksi (daya cengkeram) karena melaju di atas permukaan air, bukan langsung di atas aspal. Akibatnya, kendaraan jadi sulit dikendalikan, bisa tergelincir, bahkan berpotensi menyebabkan kecelakaan serius.

Untuk kamu yang sering berkendara saat hujan atau melintasi genangan air, penting banget memahami apa itu aquaplaning dan bahaya-bahaya yang bisa ditimbulkannya. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu Aquaplaning? Kenapa Berbahaya?

Berkendara Aman di Musim Hujan (pexels.com)

Aquaplaning terjadi ketika air di permukaan jalan membentuk lapisan tipis antara ban dan aspal. Ban yang seharusnya mencengkeram permukaan jalan justru “mengapung” di atas air. Ini membuat pengemudi kehilangan kendali atas arah, kecepatan, dan sistem pengereman.

Baca juga: 5 Tips Berkendara Aman di Jalan Tol Saat Musim Hujan untuk Hindari Aquaplanning!

Fenomena ini umumnya terjadi ketika:

  • Kecepatan mobil terlalu tinggi di jalan basah

  • Alur ban sudah aus dan tidak mampu mengalirkan air

  • Ada genangan air cukup tebal di jalanan

Aquaplaning bisa terjadi pada mobil jenis apapun, dari sedan hingga SUV. Bahkan, kendaraan dengan sistem penggerak roda empat sekalipun tidak kebal dari fenomena ini.

Bahaya Aquaplaning yang Wajib Kamu Pahami

1. Kehilangan Kendali atas Stir (Steering Loss)

Ilustrasi berkendara saat hujan. (Freepik/kamontad123)

Salah satu dampak paling nyata dari aquaplaning adalah hilangnya kontrol kemudi. Ketika ban mobil tidak lagi menyentuh permukaan aspal secara langsung, maka input dari stir ke roda tidak akan berefek seperti seharusnya.

Baca juga: Panduan Lengkap dan Mudah Merawat Mobil di Musim Hujan Biar Gak Karatan dan Mogok

Mobil bisa meluncur lurus meskipun kamu sudah memutar setir. Ini sangat berbahaya terutama saat kamu sedang menikung, mendahului, atau menghindari kendaraan lain.

2. Rem Tidak Berfungsi Maksimal (Braking Failure)

Ilustrasi tanda rem mobil mulai blong. (Toyota Astra Motor)

Saat terjadi aquaplaning, sistem pengereman jadi tidak efektif karena ban tidak benar-benar menyentuh jalan. Bahkan pada mobil dengan teknologi pengereman canggih seperti ABS (Anti-lock Braking System),

Baca juga: Ketahui Etika Di Jalan Raya Ketika Hujan Menurut UU Lalu Lintas, Yuk Simak!

kemampuan untuk memperlambat kendaraan bisa sangat berkurang. Rem yang tidak responsif di tengah hujan deras atau di jalan tol bisa berujung pada tabrakan beruntun atau kecelakaan tunggal.

3. Mobil Bisa Tergelincir atau Terputar

Ilustrasi mobil di musim hujan. (freepik)

Bahaya aquaplaning yang paling menakutkan adalah saat kendaraan mulai berputar atau tergelincir secara tak terkendali. Ini sering terjadi jika kamu panik dan mencoba membanting setir atau menginjak rem secara mendadak.

Baca juga: 5 Keuntungan Spooring Balancing Ban Mobil yang Harus Dilakukan, Nyetir Jadi Lebih Aman!

Dalam kondisi ini, mobil bisa keluar jalur, masuk ke parit, atau bertabrakan dengan kendaraan lain di sekitar. Situasi semacam ini bisa sangat sulit dipulihkan, apalagi jika kecepatan cukup tinggi.

4. Menyebabkan Kecelakaan Beruntun

Ilustrasi mobil mengalami kecelakaan. (Dok. Istimewa)

Aquaplaning tidak hanya berbahaya untuk kamu sendiri, tapi juga bisa mengancam pengendara lain di sekitar. Saat satu mobil kehilangan kendali, kendaraan di belakang bisa ikut terdampak jika tidak memiliki jarak aman yang cukup.

Baca juga: 5 Cara Menerobos Banjir dengan Mobil yang Aman, Jangan Asal Nekat!

Apalagi di jalan tol yang ramai dan licin, insiden kecil karena aquaplaning bisa memicu kecelakaan beruntun yang melibatkan banyak kendaraan sekaligus.

5. Kerusakan pada Komponen Mobil

Ilustrasi tekanan angin pada ban mobil. (freepik/standret)

Walaupun kamu berhasil menghindari kecelakaan, aquaplaning tetap bisa menimbulkan kerusakan pada sistem kemudi, rem, hingga kaki-kaki mobil. Ban yang terus menerus "mengambang" tanpa traksi berisiko aus tidak merata, sementara rem yang dipaksa bekerja dalam kondisi licin juga bisa cepat rusak.

Jika mobil menghantam trotoar atau median jalan akibat tergelincir, kerusakan pada velg, suspensi, hingga sistem undercarriage bisa saja terjadi dan butuh biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Untuk itu, penting banget buat kamu menghindari berkendara dengan kecepatan tinggi saat hujan, selalu cek kondisi ban (terutama alur dan tekanan), serta jaga jarak aman dengan kendaraan lain.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Auto 2000

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU