INDOZONE.ID - AION UT, sebagai mobil listrik tentu lebih hemat dibanding mobil konvensional bensin.
Dengan biaya operasional sekitar Rp4,8 juta per tahun, kendaraan listrik ini menjanjikan efisiensi hingga 80%, plus perawatan gratis tiga tahun dan pajak kendaraan yang lebih ringan.
Buat pengguna di kota besar, rata-rata perjalanan harian sekitar 50 km. Dengan AION UT, biaya energi yang dikeluarkan hanya Rp9.690 per hari, atau sekitar Rp290 ribu per bulan.
Kalau ditotal setahun, ongkos isi daya mobil ini hanya Rp3,4 jutaan. Bandingkan dengan mobil bensin yang bisa makan belasan juta per tahun, jelas lebih hemat jauh.
Baca juga: AION dan Hyptec Produksi Cikampek, GAC Serius Main di Pasar Mobil Listrik Tanah Air
Perawatan Gratis 3 Tahun
Selain ongkos energi yang murah, AION UT juga minim biaya servis. GAC Indonesia memberi garansi perawatan gratis selama tiga tahun atau hingga 40 ribu km, tergantung mana yang lebih dulu.
Baca juga: AION UT Hadir di Surabaya 2025, Harga Mulai Rp300 Jutaan
Hal tersebut membuat AION UT lebih ramah kantong dibanding mobil hatchback konvensional yang biasanya butuh biaya perawatan rutin setiap tahun.
Pajak Kendaraan Ringan
Bukan cuma perawatan, pajak kendaraan listrik ini juga lebih enteng. AION UT hanya kena biaya sekitar Rp400 ribu per tahun.
Kalau semua digabung, biaya isi daya, servis, dan pajak, total biaya operasional AION UT hanya Rp4,8 jutaan per tahun.
Artinya, penghematan yang bisa didapatkan pengguna mencapai 80% dibanding mobil konvensional.
“Penghematan biaya operasional yang signifikan ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan value for money yang nyata bagi konsumen. Inilah wujud mobilitas masa depan yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan,” ungkap Andry Ciu, CEO GAC Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Narasumber