Mustang "Palsu" Milik Rifat Sungkar Mejeng di IMX 2025, Bukti Industri Otomotif Indonesia Naik Kelas
INDOZONE.ID - Ajang Indonesia Modification and Lifestyle Expo (IMX) 2025 yang digelar pada 10–12 Oktober 2025 di ICE BSD, Tangerang Selatan, kembali jadi sorotan dunia otomotif tanah air.
Tahun ini, berbagai karya modifikasi unik dan kreatif tampil memukau, salah satunya adalah “Mustang palsu” milik Rifat Sungkar, yang langsung jadi pusat perhatian pengunjung.
Namun jangan salah, sebutan “palsu” bukan berarti abal-abal. Mobil ini justru jadi bukti betapa maju dan solidnya kemampuan pelaku industri modifikasi Indonesia dalam menciptakan karya orisinal berstandar tinggi.
Intip Ford Mustang Rifat Sungkar yang Dipajang di IMX 2025
Sekilas, mobil milik Rifat ini memang tampak seperti Ford Mustang klasik dengan tampilan otot khas muscle car Amerika. Tapi siapa sangka, basisnya berasal dari BMW E34 530 lansiran tahun 1997.
Seluruh proses restorasi dan modifikasi dilakukan di Indonesia dengan melibatkan berbagai bengkel dan pelaku custom ternama. Mulai dari pembuatan bodi berbahan karbon, perakitan suspensi, hingga interiornya, semuanya hasil tangan kreatif anak bangsa.
Rifat menjelaskan bahwa proyek ini bukan semata soal gaya, tapi juga membawa misi besar.
“Tujuannya untuk jadi lokomotif perubahan industri custom Indonesia yang selama ini industrinya belum jelas, aturan dan arahnya belum jelas. Sedangkan industri otomotif ini harus didukung,” ujar Rifat Sungkar, Wakil Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bidang Mobility di sela peluncuran mobilnya di IMX 2025 (11/10).
Baca juga: BYD Yangwang U7 Kini Lebih Bertenaga, Tembus 1.341 HP
Tak banyak yang tahu, di balik kemunculan Mustang rakitan lokal ini, ada perjuangan panjang Rifat dalam membangun dasar hukum bagi dunia modifikasi Indonesia.
Sebagai bagian dari IMI Mobility, Rifat mengungkap bahwa dirinya berjuang selama 3,5 tahun agar industri ini punya payung hukum yang jelas. Hasil perjuangan itu akhirnya terwujud lewat Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 45 Tahun 2023 tentang Kustomisasi Kendaraan Bermotor.
Aturan ini menjadi tonggak penting karena memberikan arah dan kepastian bagi pelaku custom, sekaligus membuka jalan agar karya modifikasi bisa diakui secara legal di jalan raya.
Yang membuat proyek ini luar biasa adalah fakta bahwa Mustang versi Rifat Sungkar dibangun 100% di Indonesia. Semua komponen custom-nya, mulai dari bodi, sistem suspensi, interior, hingga detail karbon dikerjakan oleh talenta lokal dengan kemampuan setara bengkel internasional.
Baca juga: Bridgestone Indonesia Fokus pada Inovasi, Keberlanjutan dan Keselamatan Lewat Teknologi Enliten
Hal ini jadi pembuktian bahwa industri modifikasi Indonesia tidak kalah dari negara lain. Bahkan, karya ini sekaligus menjadi simbol bahwa kolaborasi kreatif antara modifikator, bengkel, dan desainer lokal mampu menghasilkan kendaraan dengan standar tinggi dan nilai artistik kuat.
Pesan untuk Pemerintah dan Industri
Rifat juga menegaskan bahwa karya ini adalah bentuk seruan agar pemerintah lebih memperhatikan dan mendukung sektor custom otomotif nasional.
“Saya mau menunjukan kepada bapak-bapak di pemerintahan bahwa industri ini nggak bisa dimusuhin. Kita dulu bisa bikin Candi Borobudur, sekarang kita bisa bikin mobil sesuai dengan standarisasi,” ungkapnya.
Pesan ini menggambarkan semangat besar Rifat untuk mengangkat potensi modifikator Indonesia agar bisa mendapat tempat yang layak dalam ekosistem industri otomotif nasional.
Baca juga: Etanol di BBM Pertamina Aman atau Tidak? Begini Penjelasan Pakar
Kehadiran Mustang “palsu” karya Rifat Sungkar di IMX 2025 bukan hanya sekadar unjuk gaya, tapi juga jadi simbol kebangkitan industri custom Indonesia.
Dari basis BMW E34 yang diubah total jadi Mustang bergaya klasik, hingga seluruh pengerjaan lokal yang rapi dan presisi, semuanya menunjukkan bahwa kualitas karya anak bangsa sudah naik kelas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan