Senin, 22 DESEMBER 2025 • 14:43 WIB

BBM di Aceh Mulai Normal, Distribusi Terus Dikebut

Author

Sejumlah warga Bener Meriah, Aceh, mengisi BBM di SPBU Pertamina pascabencana Sumatra. (Dok. Pertamina Patra Niaga)

INDOZONE.ID - Stok BBM Aceh berangsur pulih pascabanjir. Pertalite, Pertamax, dan Solar di SPBU Banda Aceh kini dinilai aman.

Pemerintah, BPH Migas, dan Pertamina mempercepat distribusi lewat darat hingga udara agar wilayah terdampak kembali terlayani.

Pertamina Patra Niaga melalui laman resminya, melaporkan hingga 19 Desember 2025, stok Pertalite, Pertamax, dan Solar di SPBU Banda Aceh, sudah mencukupi kebutuhan masyarakat.

Antrean yang sempat terjadi saat banjir kini mulai terurai. Aktivitas pengisian BBM kembali lancar, tanpa penumpukan kendaraan seperti hari-hari awal bencana.

BBM Aceh Diawasi Ketat Pascabanjir

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus memantau stok dan distribusi BBM di Banda Aceh. Langkah ini dilakukan untuk memastikan layanan energi tetap berjalan, terutama di wilayah terdampak banjir.

Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, mengatakan pengawalan distribusi menjadi fokus utama, khususnya ke daerah yang sempat terisolasi akibat akses terputus.

“Kami pastikan Pemerintah Pusat hadir bersinergi dengan Pemerintah Aceh bahu membahu untuk terus mendistribusikan energi, khususnya untuk daerah-daerah terdampak bencana yang saat ini masih terisolir,” ujar Fathul.

Baca juga: Aktivitas Warga Aceh Tamiang Berangsur Pulih, Listrik Kembali Normal Pascabanjir

Ia optimistis distribusi BBM dan LPG akan kembali normal dalam waktu dekat.

“Kami yakin dalam beberapa hari ke depan distribusi energi khususnya BBM dan LPG akan kembali normal sesuai arahan Presiden RI dan Menteri ESDM,” lanjutnya.

Pertamina mengirim pasokan BBM ke Aceh menggunakan jalur udara. (Dok. Pertamina Patra Niaga)

Baca juga: TNI AL Kirim Dua Ton Logistik ke Korban Banjir Takengon Aceh

Fathul menegaskan koordinasi lintas sektor berjalan solid. Pemerintah daerah dan badan usaha penugasan ikut memastikan layanan energi tetap terjaga selama masa pemulihan.

“Agar pelayanan energi tetap terjaga, sekaligus mendukung percepatan pemulihan kehidupan masyarakat Aceh pascabanjir,” ucapnya.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Aceh, Taufiq, juga mengapresiasi respons cepat pemerintah pusat dan Pertamina.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga atas dukungan dan respon yang cepat dalam mendistribusikan BBM. Sehingga antrean di beberapa SPBU dapat dengan cepat terurai,” katanya.

Antrean BBM Sudah Terurai

Dari sisi warga, kondisi juga terasa lebih tenang. Fakhrur Ramadan, warga Banda Aceh, mengaku antrean sempat terjadi saat banjir melanda.

Namun kini situasi sudah jauh membaik. Pengisian BBM berjalan normal dan tidak lagi memicu kepadatan kendaraan.

Selain menjaga pasokan BBM Aceh, pemerintah juga menyalurkan bantuan kemanusiaan. Fathul Nugroho bersama EGM Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menyalurkan bantuan ke Kabupaten Pidie Jaya.

“Kebutuhan yang mendesak saat ini adalah gas LPG dan kompor masak,” ujar Fathul saat ditemui di lokasi.

Ia berharap bantuan tersebut bisa meringankan beban warga selama masa tanggap darurat.

Distribusi BBM Lewat Udara Jadi Andalan

Pertamina Patra Niaga mengerahkan seluruh sumber daya untuk memastikan pasokan energi tetap berjalan. Distribusi dilakukan lewat darat, laut, hingga udara.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan komitmen tersebut.
“Berbagai moda distribusi dijalankan untuk memastikan pasokan BBM dan LPG terpenuhi, termasuk mobil tangki, kapal laut, helikopter, hingga Air Tractor,” ujarnya.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyebut pengiriman lewat udara menjadi solusi strategis di tengah akses darat yang masih terbatas.

“Di wilayah tertentu dengan akses terbatas, pengiriman melalui udara, termasuk Air Tractor, menjadi opsi terbaik agar energi segera menjangkau masyarakat,” kata Simon.

Distribusi BBM ke Bener Meriah kini mengandalkan pesawat Air Tractor. Setiap penerbangan mampu membawa hingga 3,5 KL Biosolar atau 4 KL Gasoline.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyebut penerbangan dilakukan dua hingga tiga kali per hari, tergantung cuaca. “Penerbangan akan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan pasokan tetap aman,” ujarnya.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan distribusi dilakukan bertahap dan adaptif.

“Sejak 13 Desember 2025, distribusi BBM ke Bener Meriah dilakukan melalui jalur udara setiap hari selama cuaca memungkinkan,” jelas Fahrougi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pertamina Patra Niaga

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU