Fisik dan Mental Harus Kuat Hadapi Macet, Pembongkaran Tiang Monorel Jakarta Nggak Ada Penutupan Jalan
INDOZONE.ID - Pembongkaran tiang monorel terbengkalai di Jalan HR Rasuna Said akan dimulai pekan depan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan tak ada penutupan jalan, meski alat berat akan dikerahkan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan pembongkaran tiang monorel akan dilakukan pada minggu ketiga bulan ini.
Rencananya, eksekusi dimulai Selasa (13/1/2026) atau Rabu (14/1/2026) pekan depan.
Tiang monorel berada di salah satu jalur utama Jakarta, yang dikenal padat lalu lintas sejak pagi hingga malam.
Oleh karenanya dipastikan akan terjadi kemacetan imbas pembongkaran tiang.
“Untuk pembongkaran (tiang) monorel seperti yang kemarin kami sampaikan, akan kami lakukan minggu ketiga, apakah hari Selasa atau Rabu depan,” ujar Pramono dikutip dari Berita Jakarta, media yang dikelola Humas Pemprov DKI Jakarta.
Tanpa Penutupan Jalan
Meski prosesnya melibatkan alat berat, Pemprov DKI Jakarta menegaskan tidak akan ada penutupan jalan selama pembongkaran berlangsung.
“Dan untuk itu tidak dilakukan penutupan jalan,” tegas Pramono.
Artinya, arus lalu lintas tetap berjalan normal. Namun, dengan aktivitas konstruksi di jalur utama, potensi perlambatan tetap ada.
Pengguna jalan diminta menyiapkan waktu ekstra dan kesabaran.
Dikerjakan Pemprov DKI
Berbeda dari rencana sebelumnya, pembongkaran tiang monorel ini sepenuhnya ditangani oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga.
Menurut Pramono, langkah ini diambil setelah batas waktu yang diberikan kepada PT Adhi Karya terlewati.
“(Pembongkaran) Tiang monorel yang melakukan adalah Pemerintah DKI Jakarta, Bina Marga. Adhi Karya sudah kami surati dan batas waktunya sudah lewat, kami akan melakukan sendiri,” jelasnya.
Menata Ulang Kota
Pembongkaran ini bukan hanya soal membersihkan tiang-tiang beton yang mangkrak selama bertahun-tahun.
Kepala Pusdatin Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menyebut proyek ini bagian dari penataan kawasan perkotaan yang lebih luas.
“Pembongkaran dilakukan sebagai upaya penataan kawasan untuk meningkatkan keindahan kota, kenyamanan pejalan kaki, keselamatan pengguna jalan, serta sebagai upaya mengurai kemacetan,” ujarnya.
Ruang jalan yang sebelumnya terhambat tiang monorel akan dioptimalkan, termasuk untuk pelebaran badan jalan dan perbaikan trotoar.
Anggaran Rp100 Miliar
Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk proyek ini.
Dana tersebut tidak hanya dipakai untuk membongkar tiang monorel, tapi juga memperbaiki kawasan secara menyeluruh.
“Rp100 miliar yang dikeluarkan itu bukan hanya untuk membongkar, tetapi untuk membuat jalan, trotoar, merapikan dan sebagainya,” kata Pramono
Menurutnya, biaya teknis pembongkaran tiang sendiri relatif kecil. Porsi terbesar justru dialokasikan untuk penataan ulang Jalan HR Rasuna Said.
Pramono berencana mengundang mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, saat proses pembongkaran dimulai.
“Maka nanti, pekan depan ini saya akan undang Bang Yos untuk hadir supaya (tiang) monorel itu kita bersihkan, jalannya kita rapikan,” tandasnya.
Pembongkaran tiang monorel di Rasuna Said dimulai pekan depan tanpa penutupan jalan. Pemprov DKI siapkan Rp100 miliar untuk penataan kawasan.
Rencana pembangunan monorel di Jakarta pertama kali dimulai pada tahun 2004 sebagai upaya menghadirkan sistem transportasi massal.
Namun, proyek tersebut terhenti secara permanen pada tahun 2008.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov DKI Jakarta