INDOZONE.ID - Kesalahan pengisian bahan bakar biasanya memang jarang terjadi, namun bukan hal yang mustahil. Salah satu kasus yang cukup berisiko adalah jika mobil bermesin diesel atau solar yang justru diisi bensin, seperti Pertalite.
Kondisi ini biasanya terjadi karena terburu-buru atau keterbatasan pilihan BBM di SPBU. Lalu, apa yang sebenarnya akan terjadi jika hal tersebut terlanjur dilakukan? Simak penjelasannya berikut ini.
Baca juga: Mengulik 5 Kelebihan Toyota Innova Venturer Diesel yang Hingga Kini Harga Bekasnya Melonjak
Perbedaan Mesin Diesel dan Bensin
Mobil bermesin diesel memiliki sistem pembakaran yang berbeda dengan mobil bensin. Mesin diesel bekerja dengan tekanan kompresi tinggi untuk memicu pembakaran bahan bakar, tanpa bantuan busi. Sementara itu, mesin bensin mengandalkan busi untuk menyalakan campuran udara dan bahan bakar.
Perbedaan inilah yang menjadi awal masalah. Ketika bensin masuk ke mesin diesel, proses pembakaran tidak berjalan semestinya karena karakter bensin jauh lebih mudah terbakar dibanding solar. Akibatnya, pembakaran bisa terjadi terlalu cepat dan tidak terkontrol.
Baca juga: Mengapa Mobil Bensin Bekas Lebih Diminati Dibanding Mobil Listrik?
Dampak Awal yang Langsung Terasa
Efek paling awal dari mobil solar yang diisi Pertalite adalah mesin menjadi sulit dinyalakan. Jika mesin masih bisa hidup, biasanya hanya memanfaatkan sisa bahan bakar diesel yang masih tersisa di sistem. Meskipun begitu, performa mesin akan terasa tidak normal, muncul getaran, suara kasar, hingga risiko mesin mati mendadak di tengah jalan.
Selain itu, knocking juga dapat muncul. Hal ini terjadi karena bensin meledak sebelum tekanan kompresi mesin diesel bekerja secara optimal. Kondisi tersebut membuat kerja mesin menjadi tidak sinkron dan membahayakan komponen internal.
Baca juga: 5 Cara Merawat Mesin Diesel Lawas Supaya Tetap Bertenaga dan Irit, Perhatikan Hal Ini!
Risiko Kerusakan Mesin yang Lebih Serius
Masalah yang lebih besar muncul karena bahan bakar diesel tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai pelumas alami untuk komponen penting seperti pompa bahan bakar dan sistem injeksi. Berbeda dengan bensin yang hampir tidak memiliki sifat pelumasan.
Jika bensin terus dipaksakan masuk ke mesin diesel, komponen yang membutuhkan pelumasan bisa mengalami gesekan berlebih. Dalam jangka pendek maupun panjang, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan injektor, pompa bahan bakar, hingga membuat mesin jebol dan berujung turun mesin.
Baca juga: 5 Cara Aman saat Mobil Kehabisan Bensin di Jalan, Jangan Panik!
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Salah Isi?
Jika menyadari mobil diesel salah diisi Pertalite, sebaiknya jangan menyalakan mesin.
Langkah paling aman adalah segera menguras tangki bahan bakar dan membersihkan sistem bahan bakar di bengkel resmi atau bengkel terpercaya. Semakin cepat ditangani, semakin kecil risiko kerusakan yang terjadi.
Baca juga: Keren! Universitas Jember Pamerkan Mobil Diesel dan Gokart Listrik Buatan Mahasiswa
Tips Pencegahan Agar Tidak Terulang
Untuk mencegah kejadian serupa, pemilik mobil diesel disarankan selalu memastikan jenis bahan bakar sebelum mengisi.
Pastikan juga bahan bakar terisi cukup sebelum perjalanan jauh. Jika hendak bepergian ke daerah tertentu, ada baiknya mencari informasi terlebih dahulu terkait ketersediaan solar di SPBU sepanjang rute perjalanan.
Baca juga: Kenapa Mobil Berbahan Bakar Bensin Layak Dipilih untuk Perjalanan Jauh? Ini 4 Alasannya
Itulah dampak dan risikonya jika mobil solar (diesiel) diisi dengan Pertalite (bensin). Mobil bermesin diesel yang diisi Pertalite berisiko mengalami gangguan serius, mulai dari mesin sulit dinyalakan hingga kerusakan komponen vital.
Oleh karena itu, kesalahan pengisian BBM sebaiknya tidak dianggap sepele. Ketelitian saat mengisi bahan bakar dan penanganan cepat jika terjadi kesalahan menjadi kunci untuk menjaga kondisi mesin tetap prima.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: SUZUKI, Toyota Astra