Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 21:04 WIB

JETOUR T2 Terbakar di Tol Jagorawi, Ini Hasil Investigasi Kemenhub dan KNKT

Author

Jetour T2 terbakar usai diseruduk BMW di Tol Jagorawi. (Indozone/Rachmat Fahzry/Ist)

INDOZONE.ID - Insiden lalu lintas yang menyebabkan JETOUR T2 terbakar di Tol Jagorawi akhirnya dipaparkan secara resmi.

PT JETOUR Sales Indonesia bersama Kementerian Perhubungan dan KNKT menyampaikan hasil investigasi teknis.

Hasilnya, sistem keselamatan kendaraan disebut bekerja sesuai standar saat benturan terjadi.

Rapat klarifikasi dipimpin oleh Yusuf Nugroho, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan.

Hadir pula perwakilan KNKT, tim penguji tipe kendaraan bermotor, hingga Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor Bekasi.

“Kami mengapresiasi PT Jetour Sales Indonesia atas respon cepat dalam melakukan investigasi terhadap kejadian yang ada," ujar Yusuf Nugroho dalam pernyataan resmi yang diterima Indozone, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Spesifikasi Lengkap JETOUR T2 di IIMS 2026 Harga Spesial Rp 568 Juta!

Baca juga: Penjelasan Pihak JETOUR Soal Insiden Ledakan di Tol Jagorawi

Ia menambahkan, tujuan diselenggarakannya klarifikasi untuk memperoleh penjelasan terkait kronologi dan hasil investigasi atas insiden kendaraan merek JETOUR.

"Dengan fokus pada spesifikasi teknis kendaraan, sistem keselamatan (safety system), serta mekanisme perlindungan terhadap risiko kebakaran,” lanjut Yusuf.

JETOUR T2 Jadi Sorotan di IIMS 2026 (Indozone/Sagita)

Sistem Keselamatan JETOUR T2 Berfungsi

Secara teknis, hasil investigasi menyebut sistem keselamatan JETOUR T2 bekerja sesuai desain dan standar yang ditetapkan.

Saat benturan terjadi, airbag mengembang penuh.

Struktur kendaraan tetap stabil dan tidak terguling.

Bahkan, pintu masih bisa dibuka secara normal setelah tabrakan serius.

Artinya, integritas struktur dan fungsi keselamatan berjalan sebagaimana dirancang serta memenuhi regulasi keselamatan yang berlaku, baik di Indonesia maupun standar global.

Temuan ini penting, karena publik sebelumnya mempertanyakan apakah ada kegagalan sistem pada kendaraan saat insiden berlangsung.

Tabrak Samping, Bukan Tabrak Belakang

Salah satu poin krusial dalam klarifikasi adalah jenis benturan.

Berdasarkan analisis teknis, insiden tersebut merupakan tabrak samping, bukan BMW tabrak JETOUR T2 dari belakang seperti yang sempat beredar.

Benturan ekstrem menyebabkan roda depan dan belakang kiri mengalami kerusakan berat.

Akibat kerusakan tersebut, bagian bawah kendaraan bergesekan langsung dengan aspal.

Gesekan inilah yang kemudian memicu munculnya api sebagai dampak lanjutan pasca benturan keras, hingga akhirnya kendaraan terbakar.

Standar Keselamatan dan Regulasi

Secara produk, JETOUR disebut telah memenuhi berbagai standar keselamatan internasional, termasuk ASEAN NCAP, ECE R153, dan ECE R34.

Standar tersebut mengatur aspek keselamatan kendaraan, mulai dari struktur bodi, perlindungan penumpang, hingga sistem pencegahan risiko kebakaran.

Dengan kata lain, secara regulasi dan sertifikasi tipe kendaraan bermotor, model ini dinyatakan sesuai ketentuan yang berlaku di pasar domestik dan acuan global.

President Director PT JETOUR Sales Indonesia, Peter Zhang, menegaskan komitmen perusahaan sejak awal investigasi.

“Sejak awal kami berkomitmen untuk menelaah insiden ini secara teknis, terbuka, dan berbasis fakta," tuturnya.

Zhang mengungkapkan bahwa hasil investigasi menunjukkan bahwa sistem keselamatan kendaraan bekerja sesuai standar yang berlaku.

"Keselamatan konsumen merupakan prioritas utama kami dan kami akan terus memastikan setiap produk JETOUR memenuhi regulasi dan standar kualitas tertinggi,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jetour Sales Indonesia

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU