INDOZONE.ID - Melakukan perjalanan jauh menggunakan mobil listrik (EV) di tahun 2026, kini jauh lebih praktis dibandingkan beberapa tahun lalu.
Dengan bertambahnya jumlah SPKLU di sepanjang Tol Trans Jawa dan Sumatera, buat memkekhawatiran akan kehabisan daya di tengah jalan, seharusnya sudah bisa diminimalisir.
Apalagi, saat ini sudah mencapai lebih dari 189 unit di rest area pada wilayah tersebut.
Namun, karena karakter EV berbeda dengan mobil bensin, persiapan yang matang tetap menjadi kunci agar perjalanan kamu tetap santai dan bebas stres.
Kesiapan mental dan teknis sangat berpengaruh pada kenyamanan selama di perjalanan.
Kamu tidak perlu khawatir berlebihan, asalkan kamu tahu apa saja yang harus diperiksa dan dibawa sebelum menginjak pedal gas.
Berikut adalah, 5 hal penting yang wajib kamu persiapkan sebelum melakukan perjalanan jauh dengan mobil listrik.
Tips Perjalanan Jauh Naik Mobil Listrik yang Harus Dipahami Pemula
1. Pemetaan Rute dan Titik SPKLU Strategis
Langkah paling krusial adalah, merencanakan rute perjalanan dengan matang. Jangan hanya mengandalkan insting, tapi gunakan aplikasi seperti PLN Mobile, Google Maps, atau fitur navigasi bawaan mobil.
Hal tersebut untuk melihat lokasi SPKLU terbaru di sepanjang jalur yang akan dilalui.
Di tahun 2026, aplikasi PLN Mobile bahkan sudah memungkinkan kamu untuk mengecek status charger secara real-time (tersedia atau sedang digunakan), serta melakukan antrean daring.
Siasat terbaik adalah menentukan "titik aman" pengisian daya setiap 150–200 km, meskipun mobil kamu memiliki jarak tempuh yang lebih jauh.
Hal ini berfungsi sebagai cadangan jika terjadi kemacetan parah yang menguras daya baterai lebih cepat dari perkiraan awal.
2. Manajemen Pengisian Daya 20 persen - 80 persen
Saat bepergian jauh, lupakan ambisi untuk mengisi daya hingga 100 persen di setiap stasiun pengisian. Proses pengisian dari 80 persen ke 100 persen, membutuhkan waktu jauh lebih lama karena sistem akan menurunkan arus demi menjaga kesehatan baterai.
Cara paling efisien adalah, mengisi daya saat baterai menyentuh angka 20 persen, dan mencabutnya saat sudah mencapai 80 persen.
Baca juga: 3 Cara Penting Menghilangkan 'Range Anxiety' ketika Beralih ke Mobil Listrik Terbaru
Dengan teknologi Ultra Fast Charging yang kini tersebar di titik-titik krusial seperti KM 228A, atau KM 379A di Tol Trans Jawa, pengisian hingga 80 persen hanya memakan waktu sekitar 20–30 menit.
Waktu ini sangat pas untuk digunakan beristirahat, makan, atau sekadar meregangkan otot sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
3. Pengecekan Tekanan Ban dan Cairan Pendingin
Meskipun mobil listrik memiliki komponen bergerak yang lebih sedikit daripada mobil mesin bensin, kondisi fisik kendaraan tetap harus prima.
Periksa tekanan ban sesuai spesifikasi pabrikan; ban yang kurang angin, akan meningkatkan hambatan gulir (rolling resistance) yang membuat konsumsi energi menjadi lebih boros.
Baca juga: 5 Alasan Ban Mobil Listrik Cepat Aus, Wajib Tau!
Selain itu, pastikan cairan pendingin baterai (coolant) berada pada level optimal. Perjalanan jauh di cuaca tropis Indonesia dengan kecepatan stabil di jalan tol dapat meningkatkan suhu baterai.
Sistem pendinginan yang bekerja maksimal, akan memastikan kecepatan pengisian daya tetap stabil, dan performa motor listrik tidak mengalami penurunan (thermal throttling).
4. Persiapkan Alat Isi Daya Darurat dan Adaptor
Meskipun jaringan SPKLU sudah luas, membawa Portable Charger adalah kewajiban yang tidak boleh ditawar. Alat ini adalah "ban serep" bagi pengguna mobil listrik.
Pastikan juga kamu membawa kabel ekstensi berkualitas tinggi, dan adaptor yang sesuai dengan berbagai jenis soket listrik.
Baca juga: Cek Mobil Listrik Pasca Mudik, Ini 5 Langkah Wajib Versi Geely
Dalam kondisi darurat, di mana kamu tidak menemukan SPKLU, kamu bisa melakukan pengisian daya di penginapan atau rumah warga dengan izin pemiliknya.
Membawa tire repair kit atau pompa ban elektrik juga sangat disarankan, mengingat banyak mobil listrik terbaru tidak menyertakan ban cadangan demi mengejar efisiensi ruang dan bobot baterai.
5. Atur Strategi Berkendara Efisien (Eco-Driving)
Gaya berkendara di jalan tol sangat menentukan seberapa jauh mobil listrikmu bisa melaju. Usahakan untuk menjaga kecepatan tetap stabil di kisaran 80–90 km/jam.
Akselerasi mendadak dan pengereman tiba-tiba hanya akan membuang energi secara percuma. Manfaatkan fitur Regenerative Braking pada level yang paling optimal untuk mengisi ulang daya saat deselerasi.
Baca juga: BYD Atto 1 Cocok Gak Dibawa Mudik Transjawa? Mending Simak Dulu Deh Sebelum Jalan!
Selain itu, atur suhu AC di angka 23–24 C, suhu yang terlalu dingin akan memaksa kompresor bekerja lebih keras dan memangkas jarak tempuh baterai secara signifikan.
Dengan berkendara secara halus, kamu bisa mendapatkan jarak tempuh yang lebih realistis sesuai dengan data di layar dasbor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BYD Indonesia