Ilustrasi ban mobil listrik. (Hankook)
INDOZONE.ID - Banyak pemilik mobil listrik sering bertanya-tanya, kenapa ban mobil listrik cepat aus dibanding kendaraan bensin? Padahal, secara umum mobil listrik dikenal lebih hemat perawatan. Faktanya, ada beberapa faktor teknis yang membuat ban EV (electric vehicle) bekerja lebih berat. Berikut beberapa alasannya.
Tampilan mobil listrik Seres E1. (DFSK)
Mobil listrik menggunakan baterai berkapasitas besar yang bobotnya jauh lebih berat dibanding tangki bensin. Dampak bobot mobil listrik pada ban ini sangat signifikan, karena beban yang ditanggung ban jadi lebih besar. Akibatnya, gesekan dengan aspal makin tinggi dan ban cepat terkikis.
Salah satu keunggulan mobil listrik adalah akselerasi instan. Begitu pedal gas diinjak, tenaga penuh langsung tersalur ke roda. Akselerasi mendadak inilah yang memperbesar gesekan ban dengan jalan, sehingga membuat usia ban lebih singkat dibanding mobil bensin biasa.
Baca juga: Jarang Diketahui, Ini Pentingnya Kode Tahun Pembuatan Ban Mobil yang Harus Kamu Pahami!
Rem regeneratif memang berguna untuk mengisi ulang baterai saat mobil melambat. Namun, di sisi lain sistem ini memberikan tekanan tambahan pada ban, terutama bagian depan. Tidak heran kalau ban mobil listrik lebih cepat aus jika dibandingkan mobil konvensional.
Ban untuk mobil listrik didesain berbeda. Perbedaan ban EV vs mobil bensin terletak pada material komponnya. Ban EV umumnya dibuat dari karet lebih lembut untuk menekan hambatan gulir (rolling resistance), sehingga efisiensi energi meningkat. Sayangnya, bahan lembut ini juga membuat ban lebih cepat habis dibanding ban mobil bensin.
Selain faktor teknis, cara mengemudi juga berpengaruh besar. Kebiasaan mengebut, pengereman mendadak, menikung tajam, atau melewati jalan berlubang bisa mempercepat keausan ban. Apalagi kalau tekanan angin tidak sesuai, ban bisa aus tidak merata.
Baca juga: 7 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan Sebelum Ganti Ban Mobil
Untuk mengatasi masalah ini, produsen ban mengembangkan model khusus untuk EV. Ciri-ciri ban khusus mobil listrik biasanya memiliki rating beban lebih tinggi, daya tahan terhadap torsi instan, serta teknologi low rolling resistance agar jarak tempuh lebih efisien. Ban jenis ini mungkin lebih mahal, tapi jelas lebih awet dan aman untuk kendaraan listrik.
Ban mobil listrik memang lebih cepat aus dibanding ban mobil bensin, terutama karena bobot baterai yang berat, torsi instan, serta material ban yang berbeda. Tapi dengan perawatan rutin dan memilih ban khusus EV, usia ban bisa lebih panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Augustman.com