Sabtu, 21 MARET 2026 • 18:01 WIB

Cerita Mudik dengan Kendaraan Pribadi: Capek Sedikit Gak Apa, yang Penting Privasi Terjaga

Author

Antrian pemudik sepeda motor (antara)

INDOZONE.ID - Mudik saat Idul Fitri selalu menghadirkan cerita beragam, terutama bagi mereka yang memilih menggunakan kendaraan pribadi. Di balik perjalanan panjang dan potensi kelelahan, ada alasan kuat yang membuat banyak orang tetap setia pada pilihan ini: kenyamanan, fleksibilitas, dan privasi.

Bagi Eva Sri Rahayu, pemudik yang memilih sepeda motor sebagai kendaraan andalan, pengalaman mudik justru terasa lebih hidup dan berkesan. Ia mengaku bisa menikmati perjalanan dengan cara yang tidak bisa dirasakan saat menggunakan transportasi umum.

“Momen paling serunya bisa memperhatikan dan menikmati suasana mudik dengan bebas. Karena memakai motor membuat tubuh tidak merasa terkungkung, termasuk ketika macet,” ujarnya.

Meski demikian, perjalanan dengan motor bukan tanpa risiko. Eva pernah mengalami kejadian yang cukup menegangkan saat mudik.

“Pernah di satu mudik, jatuh dari motor di tikungan tajam. Untungnya, meski kondisi kendaraan saat itu berjalan cepat, saya tidak terpental jauh, sehingga selamat. Hanya lecet-lecet saja,” ceritanya.

Baca juga: Mudik Naik Motor: Antara Kebebasan dan Tantangan di Jalan

Pengalaman tersebut tidak membuatnya kapok. Justru, ia tetap menikmati kebebasan yang ditawarkan kendaraan pribadi, terutama saat harus beristirahat di perjalanan.

“Senang, karena kalau bosan dan mengantuk, bisa istirahat dulu. Ketika lapar juga tinggal makan dulu,” katanya.

Menurut Eva, salah satu keunggulan terbesar mudik dengan motor adalah kebebasan dalam mengatur waktu. Ia bisa berangkat kapan saja tanpa harus terikat jadwal atau tiket.

“Rasanya menyenangkan, apalagi untuk saya yang seringkali ngaret,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa perjalanan menjadi lebih fleksibel karena bisa memilih rute sendiri dan berhenti kapan pun dibutuhkan.

Baca juga: Kapasitas Beban Motor Matic untuk Mudik

“Kalau mau pulang mudik pun bisa bebas mau kapan saja,” jelasnya.

Namun, tantangan tetap ada, terutama saat menghadapi cuaca buruk. Jalanan licin saat hujan menjadi perhatian utama, terlebih jika membawa anak.

“Saat hujan jalanan terasa lebih licin, sehingga harus ekstra hati-hati. Apalagi saat membawa anak. Harus sigap karena mesti menjaga kondisinya supaya tidak sampai masuk angin,” ungkap Eva.

Untuk mengatasi kelelahan, ia memilih tidak memaksakan diri selama perjalanan.

“Tidak terburu-buru. Kalau lelah atau hujan, lebih baik berhenti dulu ketimbang buru-buru ingin sampai,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia selalu membawa obat-obatan dan multivitamin sebagai persiapan.

Ilustrasi ruas tol untuk mudik Lebaran. (Freepik)

 Cerita serupa datang dari dua karyawan swasta asal Jakarta, Nadira dan Sagita, yang juga lebih memilih kendaraan pribadi, khususnya mobil, untuk perjalanan mudik mereka. Selama masih berada di Pulau Jawa dan Sumatra, keduanya merasa mobil pribadi adalah pilihan paling nyaman.

Nadira, yang rutin menempuh perjalanan dari Depok ke Bandung hingga Sumedang, mengaku tidak pernah merasa kelelahan selama mudik.

Baca juga: Sebelum Mudik, Kenali Cairan Mobil yang Wajib Diganti biar Perjalanan Tetap Aman

“Aku lebih banyak tidur sebenarnya. Karena dari Depok ke Bandung itu kan kurang lebih tiga jam doang, jadi nggak pernah ngerasain macet atau capek di jalan,” ujarnya.

Hal yang sama juga dirasakan Sagita saat mudik ke Karawang untuk bertemu keluarganya. Jarak yang relatif dekat membuat perjalanan terasa ringan.

“Kalau sekarang-sekarang ini sih di mobil cuma tidur aja. Tahu-tahu bangun udah nyampe, jadi ya santai banget,” katanya.

Meski terlihat sederhana, ada alasan kuat di balik pilihan mereka menggunakan kendaraan pribadi. Sagita menilai fleksibilitas menjadi faktor utama.

“Kalau pakai kendaraan pribadi tuh lebih enak, mau makan di mobil bisa, mau ngopi juga bisa, dengerin lagu juga nyaman. Beda kalau naik kendaraan umum yang rame,” jelasnya.

 Selain kenyamanan, kebijakan kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA) juga dinilai turut membantu kelancaran arus mudik tahun ini. Nadira dan Sagita sama-sama mengapresiasi kebijakan tersebut karena memberi ruang bagi pemudik untuk berangkat lebih awal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU