INDOZONE.ID - Akbar Faizal, politikus dan mantan anggota DPR RI, mengeluhkan pengalaman buruknya dengan BYD Seal yang ia beli pada Desember 2025.
Masalah dimulai sejak awal, namun setelah hampir 4 bulan, tidak ada satu pun pihak. BYD Indonesia, leasing, maupun asuransi, yang memberikan solusi jelas.
BYD Seal Akbar Faizal Bermasalah Sejak Awal
BYD Seal adalah sedan listrik premium yang dijual BYD Indonesia, salah satu model unggulan merek asal China yang belakangan agresif masuk pasar otomotif Indonesia.
Akbar Faizal membelinya secara kredit melalui Clipan Finance, di kantor penjualan BYD Sudirman, Jakarta.
Masalah muncul tidak lama setelah pembelian. Mobil mengalami gejala "oleng joget", yakni istilah yang digunakan Faizal untuk menggambarkan kondisi kendaraan yang tidak stabil saat dikendarai.
Baca juga: BYD Seal Terbakar di Hong Kong, Baterai Tetap Aman?
Ia melaporkan masalah tersebut, tapi responnya jauh dari memuaskan.
BYD, Clipan Finance, pihak asuransi MAG, dan bengkel pilihan BYD saling lempar tanggung jawab. Mobil sempat masuk bengkel, tapi hasilnya malah sebaliknya, kondisi kendaraan justru makin parah setelah salah analisa.
Baca juga: BYD Seal 08, Isi 5 Menit Bisa Jalan 400 Km
Empat Bulan Tanpa Kejelasan, Cicilan Pun Ditahan
Sudah masuk bulan ke-4, dan Faizal mengaku mobilnya masih "tak jelas nasibnya."
Pada Maret 2026, untuk pertama kalinya ia menunda cicilan, meski akhirnya tetap dibayar.
Tapi per April, ia memutuskan berhenti membayar sepenuhnya sebagai bentuk protes.
Clipan Finance merespons dengan menelepon dengan puluhan nomor berbeda untuk menagih.
Faizal mengabaikan semua panggilan tersebut. Pada Jumat, 10 April 2026, Clipan Finance mengirimkan surat peringatan pertama.
Curhatan Viral di Instagram, Tiga Pihak Kena Semprot
Pada Sabtu, 11 April 2026, Faizal mengunggah keluhannya di akun Instagram pribadinya.
"Hebat dalam jualan tapi parah abis dalam pelayanan pasca penjualan. Itulah @BYDCompany Indonesia, Sudirman. Dan, PT @clipan_official serta perusahaan asuransi @Asuransimag sempurnakan kerusakannya. Saya beli mobil BYD Seal premium di Kantor penjualan Sudirman secara kredit via leasing Clipan Finance. Desember 2025. Mobil bermasalah (oleng joget). Pihak BYD, leasing, asuransi dan bengkel yg dipilih BYD saling lempar tanggungjawab. Dua bulan lbh mbl saya tak jelas nasibnya. Hingga ditangan bengkel mrk. Ternyata mrk salah analisa dan jogetnya makin parah. Saya kembalikan ke mereka lg. Sdh masuk bulan ke-4 tanpa kejelasan. Pada Maret, utk pertama kalinya Saya ambangkan cicilan meski tetap saya bayar. Namun per April, sy tak mau bayar. Pihak Clipan Finance spt org gila menelepon menagih. Mereka gunakan puluhan nomor. Kuabaikan. Hari ini, Jumat 10 April Clipan kirim surat peringatan pertama. Mrk tak peduli nasib mbl saya. Jika mau tarik mbl itu, skrg ada dihalaman kantor kalian atau dibengkel payah yg kalian pilih. Hari ini pula," isi curhatan Akbar Faizal.
Dia menegaskan merasa menyesal telah membeli dan menggunakan mobil BYD.
"Menyesal beli dan pake mobil listrik @byd_indonesia. Juga, menyesal menyerahkan kepercayaan kpd PT @clipan.finance serta asuransi @asuransimag. Mereka sangat tidak profesional," ungkap Akbar Faizal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram