Minggu, 12 APRIL 2026 • 15:20 WIB

Riset Bilang Naik Motor Bikin Otak Kamu Makin Tajam, Touring Sudah Kayak Meditasi

Author

Ilustrasi touring jarak jauh. (Dok. Yamaha Riding Academy.)

INDOZONE.ID - Mengendarai motor setiap hari terbukti secara ilmiah meningkatkan fungsi kognitif, menurunkan stres, dan mengaktifkan bagian otak yang tidak terstimulasi saat mengemudi mobil.

Dua studi, satu dari Universitas Tohoku Jepang dan satu lagi dari UCLA Amerika Serikat, menemukan manfaat neurobiologis dari aktivitas berkendara motor.

Pada 2009, Dr. Ryuta Kawashima, ilmuwan saraf yang dikenal lewat game Nintendo "Dr. Kawashima's Brain Training", meneliti hubungan antara mengendarai motor dan fungsi otak manusia di Universitas Tokyo.

Subjek penelitiannya adalah pengendara berusia rata-rata 45 tahun, sebagian rutin berkendara, sebagian lagi sudah berhenti lebih dari 10 tahun.

Hasilnya pengendara aktif memiliki tingkat konsentrasi lebih tinggi karena satu segmen spesifik otak mereka aktif saat berkendara, yakni bagian kanan dari lobus prefrontal.

Bagian ini berkaitan erat dengan pengambilan keputusan, fokus, dan penalaran.

Baca juga: Tips Touring Jarak Jauh Biar Sampai dengan Selamat

Baca juga: Touring Jauh dan Lama? Ini Perawatan Motor yang Wajib Dicek

Yamaha Motor berkontribusi pada eksperimen ini dengan menyediakan sepeda motor, lintasan uji penelitian, staf, dan perlengkapan lain yang diperlukan.

Kawashima lalu menguji lebih jauh. Peserta yang sudah lama tidak naik motor diminta kembali berkendara untuk perjalanan harian selama beberapa bulan.

Setelah periode itu, kemampuan memori dan penalaran spasial mereka meningkat. Tingkat stres mereka pun turun.

Ilustrasi touring menggunakan motor matic. (Indozone/Rachmat Fahzry)

Kenapa Motor, Bukan Mobil?

Lalu timbul pertanyaan, bukankah nyetir mobil harusnya punya efek serupa? Menurut Kawashima, jawabannya tidak.

"Mobil adalah mesin yang nyaman yang tidak mengaktifkan otak kita. Itu hanya terjadi saat melewati perlintasan kereta api atau ketika seseorang tiba-tiba muncul di depan kita. Dengan lebih sering menggunakan sepeda motor dalam kehidupan kita, kita dapat merasakan efek positif pada otak dan pikiran kita," kata Kawashima dikutip dari smartmotorcyclingguide.

Hasil penelitian Kawashima juga mengungkapkan, mengendarai motor lebih menuntut kewaspadaan secara konstan, kondisi jalan, posisi tubuh, keseimbangan, lalu lintas dari berbagai arah.

Otak tidak punya kesempatan untuk "autopilot" seperti saat berkendara dalam kabin tertutup yang nyaman.

Touring Motor Setara Meditasi

Studi kedua datang dari Semel Institute for Neuroscience and Human Behavior di UCLA, didanai oleh Harley-Davidson.

Lebih dari 50 pengendara berpengalaman dipantau aktivitas otak, detak jantung, serta kadar hormon stres sebelum, selama, dan setelah berkendara motor.

Hasilnya mengendarai motor menurunkan biomarker hormonal stres sebesar 28 persen.

Dalam 20 menit berkendara, detak jantung naik 11 persen dan kadar adrenalin meningkat 27 persen atau setara olahraga ringan.

Fokus sensorik pengendara motor bahkan dibandingkan dengan pola otak meditator berpengalaman.

"Perbedaan dalam respons neurologis dan fisiologis peserta antara berkendara dan aktivitas terukur lainnya cukup mencolok," kata Dr. Don Vaughn, ahli saraf yang memimpin penelitian tersebut dilansir dari motorcyclepowersportsnews.

Ia menambahkan, "Ini bisa signifikan untuk mengurangi stres sehari-hari."

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Yamaha, Smart Motorcycling Guide, Motor Cycle Powersports News

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU