INDOZONE.ID - Arridge memperkenalkan konsep mobil terbang modular bernama ‘Land Aircraft Carrier’, kendaraan gabungan mobil listrik enam roda dan pesawat eVTOL yang bisa terbang secara vertikal.
Proyek ini dikembangkan di Guangzhou, China, dengan target produksi massal dimulai pada 2026.
Sistem modularnya memungkinkan kendaraan darat dan modul udara terpisah otomatis hanya lewat satu tombol.
Indozone melihat langsung Arridge di markas pusat XPeng di Guangzhou, China, pada 13 Mei 2926. Bentuknya memang terasa seperti kendaraan dari video game futuristis.
Bodinya besar, rendah, dan punya detail desain ala cyber-mecha alias futuristik.
Baca juga: CEO Xpeng: 5 Produsen Mobil China Bisa Raup Triliunan
Arridge Punya Sistem Modular Unik
Arridge adalah konsep “kendaraan induk” dan “modul udara”. Jadi, mobil enam roda ini membawa pesawat kecil di bagian belakang.
Saat dibutuhkan, modul udara bisa keluar otomatis dan langsung siap terbang.
Arridge menyebut sistem ini sebagai onboard autonomous separation and reconnection system.
Intinya, modul udara dapat keluar dan masuk sendiri ke dalam kendaraan induk secara otomatis.
Prosesnya juga cukup rumit. Ada delapan modul kontrol dan 14 aktuator yang bekerja bersamaan untuk mengatur rotor, landing gear, hingga penguncian bodi pesawat.
Dalam waktu kurang dari lima menit, modul udara berbobot lebih dari 700 kilogram bisa tersimpan kembali di bagasi kendaraan.
Kabin Futuristis dan Bisa Dikendarai Pakai SIM Biasa
Kendaraan darat Arridge diklaim masih bisa dikendarai memakai SIM standar di China. Dimensinya sekitar 5,5 meter dengan konfigurasi tiga sumbu dan enam roda penggerak.
Desainnya terlihat seperti gabungan SUV off-road, lunar rover, dan mobil konsep di pameran otomotif.
Ada pintu elektrik dual-swing, spion lipat otomatis, sampai kompartemen semi-transparan untuk memperlihatkan modul udara di belakang.
Kabinnya masih memuat empat penumpang, sementara bagasi belakang menjadi “garasi berjalan” untuk pesawat eVTOL.
Modul Udara Arridge Bisa Terbang Otonom
Modul udaranya memakai konfigurasi enam rotor dengan desain dual-duct.
Materialnya menggunakan serat karbon supaya tetap ringan.
Rotor dan lengannya juga bisa dilipat agar muat masuk ke kendaraan induk.
Arridge membekali sistem kontrol single-stick, mirip joystick, supaya pengguna lebih mudah belajar menerbangkan kendaraan ini. Sistem penerbangannya mendukung mode manual dan autonomous flight.
Fitur yang tersedia antara lain:
- Auto route planning
- Return-to-home
- Collision warning
- Assisted landing
- Real-time air monitoring
Arridge juga mengklaim sistem keselamatannya punya redundant system ganda hingga tiga lapis. Kalau satu sistem gagal, sistem cadangan langsung mengambil alih dalam hitungan milidetik.
Produksi Massal Dimulai 2026
Arridge menargetkan produksi massal dimulai pada 2026 setelah fasilitas produksinya selesai dibangun pada 2025. Pabrik mereka berada di Guangzhou Development Zone dengan luas sekitar 180 ribu meter persegi.
Kapasitas produksinya disebut bisa mencapai 10 ribu unit per tahun.
Saat ini, Arridge juga sudah menandatangani kerja sama lebih dari 130 flight camp di China. Targetnya meningkat menjadi lebih dari 200 lokasi pada akhir tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Xpeng