INDOZONE.ID - Raksasa otomotif asal Jepang, Nissan Motor Co., secara terang-terangan mengakui bahwa mereka harus menepis ego dan mulai "berguru" kepada para pabrikan otomotif Tiongkok demi bisa bertahan di era gempuran kendaraan listrik modern.
Melalui pengumuman resminya pada 12 Juni 2026, Nissan meluncurkan strategi radikal yang berhasil memangkas waktu proses pengembangan mobil baru mereka hingga setengahnya.
Langkah berani ini diambil setelah mereka mempelajari bagaimana fleksibel dan cepatnya ekosistem industri otomotif di Negeri Tirai Bambu dalam meluncurkan sebuah produk baru ke pasar.
Pangkas Waktu Produksi dari 4,5 Tahun Menjadi Hanya 2 Tahun saja!
Bagi sebuah pabrikan mobil konvensional, siklus pengembangan sebuah mobil dari selembar sketsa kertas hingga menjadi unit utuh yang siap dijual di dealer biasanya memakan waktu yang sangat lama rata-rata mencapai 55 bulan atau sekitar 4,5 tahun.
Proses lama ini mencakup riset pasar, pembuatan prototipe fisik, hingga serangkaian uji coba ketat di berbagai medan jalan. Namun, Nissan kini sukses memotong durasi panjang tersebut menjadi hanya 26 bulan atau sekitar 2 tahun saja.
Strategi pemangkasan lini waktu (timeline) ini secara masif terinspirasi oleh model iterasi cepat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dipelopori oleh pabrikan-pabrikan kendaraan listrik (EV) asal Tiongkok.
Dengan bantuan teknologi simulasi digital dan AI, proses uji coba prototipe fisik yang memakan waktu tahunan kini bisa disimulasikan secara akurat dalam hitungan bulan saja.
Langkah transformasi Nissan untuk merombak total cara kerja manufaktur mereka sebenarnya berakar dari pengalaman langsung di pasar domestik Tiongkok.
Baca juga: Nissan Tarik 68 Ribu Mobil karena Pedal Gas Bermasalah
Lewat perusahaan patungan (joint venture) mereka bersama Dongfeng Motor, raksasa Jepang ini mulai menyerap keahlian lokal dan integrasi teknologi siber yang super cepat.
Proyek percontohan (pilot project) pertama yang menggunakan metode kilat ini adalah Nissan N7, sebuah mobil listrik murni (full-electric) yang sempat diperkenalkan ke publik pada April 2025 lalu. Proses pengembangan Nissan N7 dari nol hingga siap produksi terbukti sukses rampung hanya dalam kurun waktu dua tahun.
Melihat keberhasilan dari proyek N7 tersebut, President Nissan, Ivan Espinosa, mengonfirmasi bahwa proses pengembangan super cepat ini telah divalidasi dan akan diimplementasikan pada mobil legendaris generasi terbaru mereka, Nissan Skyline, yang dijadwalkan meluncur pada musim dingin (akhir tahun) 2026 ini.
Tidak main-main, Nissan menargetkan alur kerja kilat ala Tiongkok ini akan diterapkan pada 90% proyek mobil baru mereka di sepanjang tahun fiskal 2026.
Tekanan Berat di Pasar Global Menjadi Alasan Utama
Mengapa Nissan tampak begitu terburu-buru merombak total sistem produksinya? Jawabannya adalah tekanan penjualan yang kian mengkhawatirkan di pasar global, terutama di Tiongkok yang merupakan pasar otomotif terbesar di dunia.
Sebagai gambaran nyata, pada bulan Mei 2026 kemarin, performa penjualan Nissan di Tiongkok mencatatkan angka 30.025 unit kendaraan. Angka ini menunjukkan penurunan drastis hingga 41,1% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year).
Konsumen di sana mulai meninggalkan merek-merek lama dan beralih ke pabrikan lokal Tiongkok yang jauh lebih agresif dalam menelurkan mobil listrik kaya fitur dengan siklus penyegaran produk (facelift) secepat membalikkan telapak tangan.
Baca juga: Teknologi e-Power Jadi Senjata Nissan Hadapi Tren Kendaraan Hemat Energi
Jika Nissan tetap bertahan menggunakan cara lama yang memakan waktu 4,5 tahun untuk meluncurkan satu model baru, maka produk mereka dipastikan akan langsung terasa usang dan ketinggalan zaman saat resmi mengaspal di dealer.
Langkah Nissan untuk mengadopsi "China Model" dalam mempercepat sirkulasi produksi mobilnya merupakan langkah penyelamatan bisnis yang sangat realistis di tahun 2026.
Di era elektrifikasi dan digitalisasi, kecepatan membuat sebuah produk baru ke pasar kini sama pentingnya dengan menjaga kualitas durabilitas kendaraan itu sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Carnewschina