INDOZONE.ID - Seri balapan MotoGP Indonesia kembali digelar di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah pada 13-15 Oktober 2023. Ini merupakan seri ke-16 dalam gelaran MotoGP musim ini.
Antusiasme masyarakat Tanah Air terhadap MotoGP begitu tinggi. Ini terbukti dari penjualan tiket yang laris manis dalam dua edisi terakhir.
Gelaran MotoGP Indonesia atau dikenal Indonesian GP, memiliki sejarah yang panjang. Setidaknya masyarakat udah diperkenalkan secara luas pada olahraga otomotif ini sejak tahun 90-an.
Baca Juga: Kalah Populer dengan Formula 1, Mengapa MotoGP Semakin Kehilangan Penggemar?
Sejauh ini, baru ada tiga edisi MotoGP Indonesia yang telah digelar. Adapun tahun ini, akan menjadi edisi ke-empat.
Dua edisi pertama digelar pada 1996 dan 1997 di Sirkuit Internasional Sentul, sementara edisi ketiga pada 2022 di Sirkuit Internasional Mandalika.
Tak dipungkiri, balapan MotoGP mendapat tempat tersendiri di tengah masyarakat Indonesia.
Dibanding balapan grand prix lainnya seperti Formula 1, MotoGP sangat jauh lebih populer.
Baca Juga: Marc Marquez Gabung Gresini Racing Musim Depan, Bakal Duet dengan sang Adik Alex Marquez
Masyarakat desa hingga kota tidak asing dengan balapan MotoGP, bahkan nama-nama pebalap motor dunia begitu dikenal di negara ini.
Klaim ini bisa dibuktikan berdasarkan data dari Google Trends yang memetakan penelusuran berdasarkan hasil penelusuran Google.
Dalam 19 tahun terakhir, setidaknya dari tahun 2004, pencarian tentang MotoGP tertinggi berasal dari Indonesia, lalu diikuti oleh Italia, Spanyol, Slovenia, dan Austria.
Baca Juga: Selain Warna Ekslusif, MG 4 EV Volcano Orange Juga Hadirkan Teknologi Tercanggih
Lalu, mengapa MotoGP sangat populer di Indonesia? Beberapa hal ini mungkin bisa jadi alasannya.
1. Masyarakat Indonesia lebih dekat dengan sepeda motor
MotoGP begitu populer di tanah air tak terlepas dari sosial masyarakatnya yang terbiasa dengan sepeda motor.
Bayangin saja, berdasarkan data BPS tahun 2022, jumlah sepeda motor di Indonesia telah mencapai 125,3 juta unit, atau sekitar 70 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 175 juta jiwa.
Pengguna sepeda motor pun sangat merata, dari desa hingga ke kota.
Baca Juga: Awalnya Eksklusif untuk Eropa, MG 4 EV Volcano Orange Kini Hadir di Indonesia
Jadi tak mengherankan jika balapan sepeda motor seperti MotoGP begitu digemari karena lebih relatable dibanding balapan mobil seperti Formula 1.
Tak hanya itu, balapan motor amatir sampai profesional juga sering digelar, sehingga banyak pemotor yang senang menonton balapan motor seperti MotoGP sebagai hiburan.
2. MotoGP lebih menghibur
Sebagai negara yang didominasi sepeda motor, tak dipungkiri bahwa balapan motor seperti MotoGP dinilai lebih menghibur dan memicu adrenalin dibanding balapan mobil.
Baca Juga: Viral Mobil Terbakar di SCBD Malam Ini Tinggal Rangka, Asap Pertama Kali Muncul dari Kap Mesin
Aksi salip menyalip yang membutuhkan skill tinggi, menjadi daya tarik tersendiri saat menonton MotoGP. Ini pemandangan yang jarang dijumpai pada balapan mobil.
Pada balapan mobil, pebalap yang lebih cepat maka dia akan mendominasi balapan. Ini sangat berbeda dengan balapan motor yang bisa saling menyalip dari jarak dekat.
3. Dominasi pabrikan Asia
Seperti yang kita ketahui bersama, sepeda motor yang mendominasi pasar Indonesia adalah motor-motor pabrikan Asia, khususnya asal Jepang seperti Yamaha, Honda dan Suzuki.
Nah, di MotoGP pun, balapan tersebut didominasi oleh tim-tim dari pabrikan Jepang, jadi tak mengherankan jika balapan MotoGP terasa lebih relatable dengan pengguna sepeda motor di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber