Rabu, 20 NOVEMBER 2024 • 08:00 WIB

6 Tips & Teknik Mencegah Microsleep saat Menyetir Mobil demi Keselamatan Berkendara

Author

Ilustrasi Microsleep

INDOZONE.ID - Selama ini banyak orang yang menganggap remeh microsleep saat menyetir mobil karena merasa bisa menahan ngantuk, buru-buru, atau sedang melakukan perjalanan jauh. 

Faktanya, microsleep dapat datang tiba-tiba secara tak terduga. Untuk menghindari bahaya dan resiko yang bisa berakibat fatal karena microsleep, sangat penting untuk tidur secara berkualitas.

Microsleep adalah kondisi disorientasi antara terjaga dan tidur secara tiba-tiba terjadi pada waktu 1-2 detik.

Baca Juga: Kenali Bahaya Microsleep saat Nyetir Mobil dan Cara Pencegahannya

Penyebab Microsleep

Adapun penyebab microsleep dapat terjadi saat menyetir mobil, yaitu: 

Kekurangan Tidur  

Kurangnya tidur atau tidur kurang dari 7 jam sehari dapat meningkatkan risiko microsleep karena bagian thalamus yang mengatur sistem gerakan dan sensor otak sementara tidak berfungsi dengan baik, menyebabkan terjadi serangan tidur dan tertidur tanpa sengaja.

Selain itu, jika berlangsung terus menerus dapat menyebabkan kenaikan berat badan, depresi, stroke, dan penurunan kemampuan belajar.  

Gangguan Tidur Ritme Sirkadian  

Tidur larut dan bangun larut dapat berdampak negatif pada tubuh, misalnya terjadi perubahan hormonal, lemas karena tidur yang tidak cukup.

Misalnya, tidur pada jam 4 pagi dan bangun pada siang hari tidak sebaik tidur pada jam10 malam dan bangun pada jam 6 pagi.

Sindrom Fase Tidur Tertunda  

Tertundanya tidur dapat menyebabkan otak menjadi bingung dan memburuk. Secara normal otak kita dapat mengingat waktu tidur dan membuat kita merasa mengantuk pada waktu yang tepat.

Mengubah waktu tidur secara berulang akan membuat anda sulit untuk tertidur, menyebabkan Anda tidur lebih sedikit dan tidak cukup.

Misalnya, pada akhir pekan, ketika tidur setelah pukul 2 pagi dan bangun pada pukul 9 pagi, sementara pada hari kerja, ketika biasanya tidur pada pukul 10 malam dan bangun pada pukul 5 pagi.  

Keturunan  

Golongan orang yang termasuk dalam kelompok "tidur lama" membutuhkan 10 jam tidur untuk merasa bertenaga, sementara mereka yang "tidur pendek" hanya membutuhkan 4-5 jam.

Karena kelompok ini tidak terlalu umum, jikamengalami gangguan tidur, segera berkonsultasi ke dokter. 

Tanda-Tanda Seseorang Mengalami Hiperinsomnia

Ketika sebelum menyetir mobil anda mengalami salah satu atau beberapa gejala hiperinsomnia, sebaiknya untuk istirahat terlebih dahulu ddan tidak berkendara karena mungkin berisiko mengalami mikrosleep:

a. Merasa lelah setelah bangun tidur dan ingin lebih banyak tidur.

b. Merasa sangat lelah secara terus menerus sepanjang hari.

c. Pusing, penglihatan kabur, kesulitan membuka mata, tidak memperhatikan lampu     lalu lintas.

d. Kesulitan berkonsentrasi saat melakukan berbagai tugas, terutama saat menyetir mobil yang mengakibatkan kontrol navigasi yang buruk.

e. Tertidur tanpa menyadari saat tidak aktif.

f.  Kelelahan, rasa lelah, gelisah.

Tips Mencegah Microsleep Saat Menyetir Mobil 

Mencegah mikrosleep tidak hanya demi keselamatam saat berkendara dan mengurangi kecelakaan, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas tidur. Berikut 6 tips mencegah microsleep saat menyetir mobil

1. Tidur Yang Cukup 

Jumlah jam tidur yang direkomendasikan untuk mencapai tidur yang berkualitas adalah 7-8 sehari. Terutama jika harus mengemudi jarak jauh, istirahat harus cukup selama 2-3 malam berturut-turut sebelum berangkat.

2. Tidur Tepat Waktu

Waktu tidur yang direkomendasikan adalah sekitar jam 10 malam, untuk memungkinkan hormon pertumbuhan cukup untuk mengoptimalkan fungsi tubuh.

Hormon-hormon ini akan bekerja dari pukul 2 pagi hingga 4 sore. Jadi, sebaiknya utuk melatih diri untuk bersantai dan bersiap tidur sekitar jam 9 malam.

3. Jaga Jadwal Tidur yang Teratur

Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari akan membantu Anda mencapai tidur yang cukup.

4. Hindari Minuman dengan Kandungan Kafein

Hindari minuman seperti kopi, teh, cokelat, dan sebagainya yang mengandung kafein setelah pukul 4 sore karena akan membuat tubuh terjaga dan akan membuat tidur jadi lebih lambat dan bangun dengan keadaa yang masih ngantuk. 

5. Pilih Cahaya Oranye Hangat

Cahaya berwarna oranye hangat di kamar tidur tidak mengganggu mata. sebaliknya, akan menenangkan dan membantu tidur jadi lebih mudah.

6. Mengatur Suhu Kamar Tidur

Disarankan untuk mengatur suhu antara 25 dan 26 derajat Celsius, tidak terlalu hangat maupun terlalu dingin, memungkinkan untuk tidur terus menerus tanpa terbangun di tengah malam.

Teknik Mencegah Microsleep Saat Menyetir Mobil 

Berikut teknik yang bisa yang dilakukan untuk mencegah terjadinya microsleep saat menyetir mobil demi keselamatan berkendara :

1. Istirahat setiap 2 jam.  

2. Pilih lokasi yang aman untuk tidur siang selama 5-45 menit, untuk mengurangi risiko microsleep.  

3. Jika bepergian dengan orang lain, sebaiknya mengemudi secara bergantian

4. Hindari minuman beralkohol untuk menghindari risiko microsleep.  

5. Hindari mengonsumsi obat-obatan yang dapat menyebabkan mengantuk, seperti  antihistamin, pereda nyeri, dan antidepresan.  

Baca Juga: Apa Itu Microsleep saat Berkendara? Simak Pengertian dan Cara Mengatasinya!

6. Jika memungkinkan, berkendaralah di siang hari dan hindari mengemudi larut malam atau di pagi hari.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.

Banner Z Creators.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bangkok International Hospital

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU