Rabu, 11 DESEMBER 2024 • 08:07 WIB

Mengenal Penyebab Aquaplanning di Jalan Tol dan Cara Pencegahannya, Wajib Tahu!

Author

Berkendara Aman di Musim Hujan (pexels.com)

INDOZONE.ID - Aquaplanning atau yang lebih dikenal dengan istilah hydroplaning, adalah salah satu fenomena berbahaya yang bisa terjadi saat berkendara di jalan raya, terutama pada jalan tol yang memiliki permukaan luas dan cenderung datar.

Fenomena ini terjadi ketika ban kendaraan kehilangan traksi dengan permukaan jalan akibat genangan air. Ketika aquaplanning terjadi, pengemudi akan kesulitan mengendalikan kendaraannya, sehingga berisiko tinggi terjadinya kecelakaan.

Oleh karena itu, kamu harus tahu penyebab aquaplanning dan cara pencegahannya sangat penting untuk menjaga keselamatan di jalan. Simak selengkapnya di bawah ini:

Penyebab Aquaplanning di Jalan Tol

 

1. Kondisi Jalan yang Tergenang Air 

Berkendara Aman di Musim Hujan (pexels.com)

Salah satu penyebab utama aquaplanning adalah genangan air yang terbentuk di permukaan jalan. Di jalan tol, genangan air lebih mudah terjadi setelah hujan deras, terutama jika drainase jalan tidak cukup baik.

Ketika kendaraan melewati genangan air ini dengan kecepatan tinggi, air akan terperangkap antara ban dan permukaan jalan, mengurangi gesekan antara keduanya. Jika lapisan air tersebut cukup tebal, kendaraan bisa kehilangan traksi dan mulai melayang di atasnya.

2. Kecepatan Kendaraan yang Terlalu Tinggi

Ilustrasi berkendara saat hujan.

Kecepatan kendaraan yang terlalu tinggi di jalan tol saat hujan atau setelah hujan sangat meningkatkan risiko aquaplanning. Semakin cepat kendaraan melaju, semakin besar tekanan yang diberikan pada permukaan jalan.

Baca Juga: Penyebab Setir Mobil Berat dan Cara Mengatasinya , Simak Penjelasannya! 

Hal ini akan mempersulit ban untuk mengalirkan air dengan efektif, yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya aquaplanning. Bahkan jika genangan air hanya sedikit, kecepatan tinggi bisa membuat ban tidak mampu mengatasi lapisan air yang ada.

3. Ban yang Tidak Cukup Baik

Memilih ban mobil yang tepat dengan ukuran dan jenis yang sesuai menjadi suatu keharusan. (pexels.com

Ban yang sudah aus atau tidak memiliki kedalaman alur yang cukup akan meningkatkan kemungkinan aquaplanning.

Alur pada permukaan ban berfungsi untuk mengalirkan air keluar dari bawah ban. Jika alur ban sudah aus, kemampuannya untuk mengalirkan air menjadi terbatas.

Selain itu, tekanan angin ban yang tidak sesuai juga bisa memengaruhi traksi ban dengan permukaan jalan. Ban yang terlalu keras atau terlalu lembek bisa meningkatkan risiko hilangnya traksi, yang berujung pada aquaplanning.

4. Permukaan Jalan yang Licin

Ilustrasi berkendaraan saat hujan (Pexels/Erik Mclean)

Di jalan tol, beberapa jenis permukaan aspal mungkin lebih licin, terutama ketika basah. Permukaan jalan yang sudah aus atau tidak rata juga dapat meningkatkan potensi aquaplanning.

Baca Juga: Catat, Ini Penyebab Ban Mobil Pecah yang Harus Kamu Ketahui!

Jalan tol yang tidak memiliki tekstur permukaan yang baik untuk mengalirkan air dengan efisien bisa meningkatkan risiko kendaraan melayang saat hujan deras.

5. Kondisi Ban yang Tidak Sesuai dengan Cuaca

Ilustrasi cara merawat ban mobil. (Freepik/standret)

Ban yang tidak sesuai dengan kondisi cuaca atau jalan juga dapat memperburuk risiko aquaplanning.

Misalnya, menggunakan ban musim panas pada musim hujan bisa meningkatkan kemungkinan kehilangan traksi, karena ban musim panas dirancang untuk performa di jalan kering dan tidak efektif dalam menghadapi kondisi basah.

Cara Mencegah Aquaplanning di Jalan Raya

1. Periksa Kondisi Ban Secara Berkala

Ilustrasi mekanik sedang merotasi ban mobil. (Bridgestone Tire)

Memastikan kondisi ban kendaraan adalah langkah pertama yang perlu dilakukan untuk menghindari aquaplanning. Pastikan kedalaman alur ban cukup untuk mengalirkan air dan memberikan traksi yang baik di jalan basah.

Baca Juga: 5 Penyebab Setir Mobil Avanza Bergetar Saat Kecepatan Tinggi, Apa Masalahnya? 

Gantilah ban yang sudah aus atau rusak, serta pastikan tekanan angin ban sesuai dengan rekomendasi pabrik. Ban yang dalam kondisi baik akan membantu meningkatkan traksi kendaraan dan mengurangi risiko aquaplanning.

2. Kurangi Kecepatan Saat Hujan

Menggunakan Wiper Kaca saat Berkendara di Musim Hujan (pexels.com)

Kecepatan adalah faktor utama yang memengaruhi kemungkinan terjadinya aquaplanning. Ketika hujan turun deras, selalu kurangi kecepatan kendaraan, terutama di jalan tol.

Menjaga kecepatan tetap rendah (sekitar 80 km/jam atau lebih rendah, tergantung kondisi jalan) akan memberi lebih banyak waktu bagi ban untuk mengalirkan air dan mengurangi risiko kehilangan traksi. Jika hujan sangat deras dan visibilitas terbatas, lebih baik melambatkan kecepatan hingga aman.

3. Jaga Jarak Aman

Ilustrasi berkendara saat hujan.

Saat hujan, jarak aman antara kendaraan harus lebih besar dari biasanya. Hal ini memberi ruang lebih banyak untuk bereaksi jika kendaraan di depan melakukan pengereman mendadak atau tergelincir akibat aquaplanning.

Baca Juga: 5 Penyebab Mobil Tidak Stabil di Jalan Raya Beserta Ciri-Cirinya, Wajib Simak! 

Jarak yang lebih jauh memungkinkan pengemudi untuk menghindari genangan air yang mungkin tidak terlihat dengan jelas di depan.

4. Hindari Genangan Air

Berkendara Aman di Musim Hujan (pexels.com)

ika kamu melihat genangan air di jalan tol, hindarilah sebisa mungkin. Genangan air yang cukup dalam berisiko menyebabkan aquaplanning.

Jika tidak bisa menghindarinya, pastikan untuk mengurangi kecepatan sebelum melewati genangan air dan hindari pengereman mendadak.

Pengereman mendadak saat melewati genangan air hanya akan memperburuk kondisi dan meningkatkan kemungkinan kehilangan traksi.

5. Gunakan Teknologi Keselamatan Kendaraan 

Ilustrasi fitur Vehicle Stabilty Control pada mobil.

Banyak mobil modern dilengkapi dengan fitur keselamatan aktif seperti Electronic Stability Control (ESC), Anti-lock Braking System (ABS), dan Traction Control System (TCS). Teknologi ini dapat membantu mengurangi risiko aquaplanning dengan mempertahankan traksi kendaraan dan mencegah kehilangan kontrol.

Baca Juga: 5 Penyebab Rem Blong pada Kendaraan, Wajib Perhatikan Kondisi Ini 

Pastikan kendaraan kamu dilengkapi dengan teknologi-teknologi ini, dan selalu pastikan sistem tersebut berfungsi dengan baik.

Dengan memahami penyebab utama aquaplanning, seperti curah hujan tinggi, kecepatan berlebih, serta kondisi ban yang tidak optimal, kamu dapat lebih siap untuk menghindari kejadian tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Auto 2000

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU