Kamis, 27 MARET 2025 • 13:20 WIB

5 Bahaya Lane Hogger Jalan Tol yang Harus Kamu Ketahui, Bisa Menyebabkan Kecelakaan!

Author

Ilustrasi berkendara di jalan tol. (Foto/Unsplash/Takahiro Taguchi)

INDOZONE.ID - Lajur kanan di jalan tol seharusnya digunakan oleh pengemudi untuk menyalip kendaraan yang lebih lambat, atau untuk melaju dengan kecepatan lebih tinggi.

Namun, beberapa pengemudi yang berperilaku lane hogger, istilah bagi mereka yang memilih untuk tetap berada di lajur ini dengan tak menambahkan kecepatan tanpa alasan yang jelas, sehingga dapat menghambat arus lalu lintas.

Pada jalan tol, dimana kendaraan bergerak dengan kecepatan tinggi, keberadaan lane hogger sangat berbahaya karena dapat menyebabkan gangguan dalam arus lalu lintas dan berpotensi menambah risiko kecelakaan.

Dalam artikel ini, Indozone akan membahas bahaya lane hogger di jalan tol yang harus kamu ketahui, agar bisa menghindarinya dan menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan.

Bahaya dan Risiko Lane Hogger di Jalan Tol yang Harus Dihindari

1. Menghambat Arus Lalu Lintas

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengizinkan para pengendara di Jalan Tol Dalam Kota dari Semanggi Kilometer 7 hingga Interchange Cawang.

Salah satu bahaya terbesar dari perilaku lane hogger adalah kemampuannya untuk menghambat kelancaran arus lalu lintas.

Lajur kanan dirancang untuk kendaraan yang ingin melaju lebih cepat atau sedang melakukan proses menyalip.

Baca Juga: 5 Waktu Ideal Berkendara di Jalan Tol saat Liburan supaya Aman dan Nyaman 

Ketika pengemudi tetap berada di lajur kanan tanpa alasan yang jelas, kendaraan di belakangnya terpaksa melambat atau mencari cara untuk menyalip dengan cara yang kurang aman.

Ini tidak hanya memperlambat kendaraan lain, tetapi juga meningkatkan risiko kemacetan yang lebih parah.

Hal ini juga bisa menciptakan ketegangan di antara pengemudi lain, yang akhirnya bisa mengambil keputusan impulsif yang berbahaya, seperti melakukan manuver mendadak.

2. Meningkatkan Risiko Tabrakan Belakang atau Beruntun

Ilustrasi kecelakaan mobil

Tabrakan belakang atau beruntun adalah salah satu jenis kecelakaan yang sering terjadi karena adanya lane hogger.

Ketika kendaraan di belakang merasa terhambat karena pengemudi yang tidak mematuhi aturan lajur, mereka terpaksa mengurangi kecepatan secara tiba-tiba atau mencari kesempatan untuk menyalip dengan cara yang tergesa-gesa.

Keputusan mendadak ini sering kali menyebabkan pengemudi yang tidak siap untuk berhenti atau mengurangi kecepatan, akan menabrak kendaraan di depannya.

Kecelakaan rear-end ini sangat berbahaya, apalagi jika melibatkan kecepatan tinggi di jalan tol yang bisa menyebabkan cedera serius atau bahkan kematian.

3. Meningkatkan Ketegangan dan Stres Pengemudi Lain

Ilustrasi pengemudi mengantuk saat mengendarai mobil.

Pengemudi yang terjebak di belakang lane hogger sering kali merasa kesal dan tertekan, apalagi jika mereka ingin melaju lebih cepat.

Stress ini dapat menyebabkan pengemudi mengambil keputusan yang terburu-buru, seperti mencoba menyalip secara berbahaya, atau mempercepat laju kendaraan tanpa memperhitungkan kondisi jalan.

Ketegangan yang tercipta bisa mengarah pada kesalahan dalam berkendara yang meningkatkan potensi kecelakaan.

Ketegangan emosional yang ditimbulkan akibat perilaku lane hogger ini juga bisa mengurangi konsentrasi pengemudi, sehingga lebih rentan terhadap kecelakaan.

4. Menyebabkan Gangguan pada Arus Lalu Lintas

Ilustrasi macet (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus KhoirunasI)

Jalan tol dirancang untuk memungkinkan kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi dan lancar.

Ketika pengemudi tetap berada di lajur kanan meski tidak sedang menyalip, mereka membuat pengemudi lain terpaksa melambat atau mencari ruang untuk melintas dengan cara yang tidak aman.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2025: Jadwal Contraflow, One Way, dan Ganjil Genap di Tol Jakarta-Cikampek hingga Kalikangkung 

Perilaku ini mengurangi kelancaran arus lalu lintas, memaksa kendaraan yang berada di belakang untuk beradaptasi dengan cara yang berisiko.

Jika pengemudi yang terhalang terlalu terburu-buru atau panik, mereka mungkin membuat manuver berbahaya yang bisa mengarah pada kecelakaan serius, baik itu kecelakaan tabrakan depan, berpindah jalur secara mendadak, atau bahkan keluar jalur.

5. Mengurangi Kemampuan Adaptasi dengan Situasi Lalu Lintas

Ilustrasi berkendara saat hujan.

Keberadaan lane hogger mengurangi kemampuan pengemudi lain untuk beradaptasi dengan situasi lalu lintas yang ada.

Ketika kendaraan bergerak terlalu lambat di lajur kanan, pengemudi yang ingin melaju lebih cepat tidak dapat melakukan manuver dengan leluasa.

Kondisi ini mengarah pada perubahan arah yang tergesa-gesa dan sering kali membuat pengemudi kehilangan konsentrasi dalam mengendalikan kendaraan.

Selain itu, pengemudi yang tidak sabar atau tertekan sering kali akan melakukan perubahan jalur secara mendadak, yang sangat berbahaya di jalan tol dengan kecepatan tinggi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wuling.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU